Di meja kerja ayahnya, ada amplop coklat. Di dalamnya foto-foto. Foto ayahnya yang sedang dianiaya sebelum ditembak. Dan ada pesan singkat: "Ini konsekuensi bermain di garis netral." Ternyata ayahnya punya hubungan dengan dunia gelap-tapi ayahnya memilih mundur. Memilih hidup normal. Dan itu jadi kesalahan fatal. Alexander menatap mayat orang tuanya. Lalu menatap Nico yang menangis di pojok. Saat itu juga... sesuatu di dalam Alexander mati. Rasa sayang? Hilang. Rasa kasihan? Hilang. Manusia di dalam dirinya? Pergi. Yang tersisa adalah rasa dingin dan tekad balas dendam. Alexander berdiri. Wajahnya berubah. Mata yang dulu hangat kini kosong-gak ada apa-apanya. "Nico. Bangun." Suaranya datar. Nico menatap kakaknya dengan wajah ketakutan. Kakaknya yang dulu selalu tersenyum kini berdiri tegak, wajah kosong, menatap mayat orang tua mereka. "Dari sekarang, gak ada lagi kata lemah. Gak ada lagi kata sayang. Kita bakal jadi yang paling kuat. Paling kejam. Sampai mereka semua... habis."
More details