Percayalah, cinta datang secara tak terduga.
Namun, cintaku tidak datang di kedai kopi di kota lain,
atau di perpustakaan sepi yang tidak dikunjungi siapa pun.
Cintaku datang saat aku dirawat di rumah sakit jiwa.
Hidup selama enam belas tahun di Jakarta sebagai gadis yang pemikir ,
dan pemimpi tidak berjalan dengan baik.Aku adalah "anak baik-baik"
-terlalu sopan untuk menjadi nakal, terlalu normal untuk didiagnosis,
terlalu pendiam untuk diperhatikan, namun terlalu berbeda untuk diterima.
Akhirnya, kesunyian itu menghancurkan. Aku kehilangan kesadaran akan keberadaanku sendiri
-menyaksikan hari-hari berlalu tetapi tidak memiliki kekuatan untuk mengendalikannya.
Aku pikir kisahku telah berakhir. Tapi kau tahu... itu baru Bab Satu.
Aku menulis novel ini sebagai memoar tentang nama-Nya-Ar-Rahman, Ar-Rahim.
Ini adalah hadiah untuk hadiah terbesar dalam hidupku saat ulang tahun pernikahan kami mendekat.
Ini adalah warisan untuk keturunan kami di masa depan.
Dan dengan ini adalah cerita pengantar tidur untuk putriku tersayang, Rahima.
All Rights Reserved