D A Z E

D A Z E

  • WpView
    Reads 880
  • WpVote
    Votes 109
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadComplete Sat, Jul 11, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Happy Ending
Highschool
Romantic Comedy
Rora, si pindahan dari Jerman yang manja, dan Kai, si cowok dingin yang selalu pasang muka tembok. Pertemuan yang awalnya canggung, perlahan jadi the most beautiful rhythm di masa SMA mereka. ​She kept testing his patience, and he kept falling for her charm. Dan ternyata, his cold heart punya tempat tersendiri buat si cewek centil itu.
All Rights Reserved
#80
raisamarie
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • OUR UNFINISHED STORY: Kembali lagi
  • Kisah Kita yang Sudah Ditulis Sejak SMA
  • Baby Girl [MORA]
  • Antara Bebas dan Memiliki
  • The Alveric's
  • The Last Petal (Complete)
  • SERENDIPITY
  • Chasing Senior
  • Spotlight Rivalry
  • The Way We Fell

Bagi Rhea thalia abila, kata "pulang" tidak pernah berarti ketenangan. Setelah satu tahun "melarikan diri" ke luar kota, ia kembali ke rumahnya yang megah namun mencekik, tepat di samping rumah sepupunya, Favian arlo mahendra. Di sekolah, ia kembali bertemu dengan Marcello, cowok yang terjebak friendzone dengannya sejak SMP tanpa pernah sempat mengucap kata cinta. Di luar, Rhea adalah gadis impian: cantik dengan rambut cokelat bergelombang, berprestasi, kapten basket, dan tangguh di atas moge. Namun di dalam rumah, ia adalah "produk gagal". Papanya adalah pengacara hebat yang membawa ketegasan ruang sidang ke meja makan, sementara mamanya adalah ikon kecantikan dunia yang sering melukainya dengan kata-kata lembut namun berbisa. Di bawah bayang-bayang kakaknya yang merupakan model internasional sempurna, kehadiran Rhea seolah tak terlihat hanya karena ia lebih memilih lapangan basket daripada runway. Rhea diam-diam bermimpi menjadi pengacara seperti papahnya-sosok penguasa logika yang tajam dan tanpa kompromi. Namun, bagi orang tuanya, prestasi Rhea hanyalah kebisingan yang tidak berguna. Seperti kata mamanya: "Mama gak tahu gimana cara mencintai sesuatu yang tidak bisa dipamerkan." Di sisi lain, Marv menjalani hidup yang berbeda namun sama hampanya. Rumahnya yang luas terasa dingin karena orang tuanya yang romantis hanya hadir lewat orang-orang yang dikirim untuk menjaga dan merawat nya. Pertemuan kembali dua jiwa yang "patah" ini di sekolah-bersama Aira dan Favian-menjadi awal dari perjalanan Rhea untuk berhenti. Di antara deru mesin moge dan sunyinya ruang makan yang menghakimi, mampukah Rhea berhenti mengejar validasi yang tak kunjung ia dapati? Ataukah ia akan selamanya menjadi 'produk gagal' yang paling ahli menyembunyikan luka di balik senyum paling cemerlang dan prestasi yang tak pernah dianggap ada? Cover by: Canva and AI Inspired by: Agz Warning ⚠️ Cerita ini hanya cerita fiksi, hanya karangan saya selaku penulis

More details
WpActionLinkContent Guidelines