Nala Menulis Pulang

Nala Menulis Pulang

  • WpView
    Reads 7
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jun 27, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Slice of Life
Romantic Comedy
College and University
Nala adalah mahasiswi Ilmu Komunikasi yang hidupnya seperti daftar "hampir berhasil". Hampir menang lomba. Hampir dapat beasiswa. Hampir jadi orang yang "cukup". Tapi selalu berhenti satu langkah sebelum garis akhir. Meski begitu, Nala tetap nekat: masuk tiga organisasi sekaligus, ikut berbagai lomba, dan hidup di antara deadline, kopi, serta kekacauan yang ia sebut sebagai "ambisi". Di kampus, Nala membentuk circle pertemanan yang sama berisiknya dengan dirinya. Ada Ayu yang hobi gosip tapi sering benar, Unggul yang hidupnya setengah serius setengah bercanda, Iki yang selalu ada di tengah chaos, Hafiz si komentator kehidupan, Galang si provokator, Aldy yang hidupnya sering jadi hukuman, hingga teman-teman lain yang menjadikan hari-hari Nala penuh tawa, roasting, dan kejadian absurd yang tidak masuk akal tapi entah kenapa selalu terjadi. Di tengah semua itu, Nala bertemu Aksa laki-laki pendiam yang tidak banyak bicara, tapi selalu muncul di waktu yang tidak tepat namun terasa pas. Akankah ia berhasil dalam kehidupan kampusnya?
All Rights Reserved
#704
kampus
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Mas Bupati
  • Night Calls
  • Clause of Us
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • Círculo del Destino
  • Pregnant With The Protagonist's Child (END)
  • Under The Authority Of Senopati
  • My Celestia || Kabur dari Perjodohan, Jatuh ke Pelukan Konglomerat [21+] END
  • A Matchmaker's Quest [END]

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines