JEJAK HARAPAN

JEJAK HARAPAN

  • WpView
    Reads 13
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jul 31, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Sebuah buku yang menceritakan tentang janji,pengorbanan ,dan mimpi yang diteruskan . Ada orang-orang yang hidupnya begitu sunyi hingga dunia tak pernah mengetahui betapa besar pengorbanan yang telah mereka lakukan. Mereka tidak meminta dikenang. Tidak berharap namanya diukir pada batu. Tidak pula menginginkan balasan. Mereka hanya berharap... Suatu hari nanti, orang yang mereka cintai dapat hidup lebih bahagia. Ayah Aruna adalah salah satunya. Setiap pagi sebelum matahari terbit, ia telah meninggalkan rumah dengan sepeda tua yang rantainya sering terlepas. Tangannya kasar karena bertahun-tahun mengangkat karung beras di pelabuhan kecil kota pesisir. Ketika pulang, matahari sudah tenggelam. Tubuhnya lelah. Tetapi senyumnya selalu sama. "Sudah makan, Nak?" Kalimat itu terdengar sederhana. Namun bagi Aruna, itulah kalimat yang selalu membuat rumah kecil mereka terasa hangat. Ibunya telah meninggal ketika Aruna masih duduk di bangku sekolah dasar. Sejak saat itu hanya ada mereka berdua. Tidak pernah ada pesta ulang tahun. Tidak pernah ada liburan. Tidak pernah ada hadiah mahal. Yang ada hanyalah semangkuk mi hangat saat hujan turun dan pelukan ayah ketika nilai sekolah Aruna bagus. Ayah selalu berkata, "Hidup tidak harus sempurna. Yang penting, jangan berhenti menjadi orang baik." Saat kecil Aruna belum memahami maksudnya. Ia sering iri melihat teman-temannya memiliki rumah besar, sepatu baru, dan keluarga lengkap. Sedangkan dirinya... Bahkan uang jajan pun harus dihitung. Suatu malam listrik padam. Mereka duduk di depan rumah ditemani cahaya bulan. Ayah menunjuk langit. "Lihat bulan itu." Aruna mengangguk. "Kalau suatu hari nanti awan menutupinya, apa bulan benar-benar hilang?" "Tidak." "Benar. Kadang kita hanya tidak bisa melihatnya." Ayah tersenyum. "Harapan juga begitu." Kalimat itu menetap di hati Aruna. Bertahun-tahun kemudian... Ketika hidup mulai menghancurkan segalanya... Barulah ia benar-benar mengerti. Bahwa harapan tidak
All Rights Reserved
#712
comingofage
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sweetly Tied
  • (Not) BELONG TO YOU
  • Círculo del Destino
  • The Last Yes!
  • Under The Authority Of Senopati
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • SENTUHAN TERLARANG KOMANDAN SUAMIKU ( DEWASAAA 21++++ )
  • Out of Reach (Selesai)
  • Night Calls
  • Siap-siap Jadi Ibu

Sweet, but make it dramatic.

More details
WpActionLinkContent Guidelines