IBUNDA SANG RAJA
Ibunda Sang Raja
Vivienne Althea tidak pernah menyangka bahwa sebuah kejadian akan membuatnya terbangun di dunia yang sama sekali berbeda.
Bukan sebagai putri kerajaan.
Bukan pula sebagai bangsawan muda.
Melainkan sebagai Ibunda Sang Raja, seorang wanita yang dikenal di seluruh istana karena sifatnya yang dingin, tegas, dan sulit didekati.
Lebih buruk lagi, tubuh yang kini ditempatinya memiliki hubungan yang buruk dengan sang Raja-putranya sendiri.
Saat Vivienne masih berusaha memahami keadaan, sebuah suara misterius terdengar di kepalanya.
[Sistem Pengelolaan Kerajaan telah aktif.]
Misi pertama yang diberikan justru membuatnya terdiam.
[Perbaiki dapur kerajaan.]
Vivienne mengira sistem itu bercanda.
Namun setelah melihat dapur kerajaan yang berantakan, bahan makanan terbuang sia-sia, dan masakan yang rasanya hampir tidak bisa dimakan, ia akhirnya menggulung lengan bajunya.
"Kalau begini caranya, kerajaan ini bisa hancur hanya gara-gara makan."
Sejak hari itu, kehidupan istana berubah.
Vivienne mulai memperbaiki dapur, mengenalkan berbagai teknik memasak, mengembangkan pertanian, mengurangi pemborosan makanan, hingga membuka sebuah restoran yang perlahan menjadi terkenal.
Namun perubahan itu tidak berhenti di dapur.
Dengan bantuan sistem, Vivienne mulai ikut mengurus urusan kerajaan, membantu rakyat, memperbaiki perdagangan, dan menemukan berbagai masalah yang selama ini disembunyikan oleh para bangsawan.
Raja yang awalnya tidak mengerti mengapa ibunya tiba-tiba berubah pun mulai memperhatikannya.
Para pelayan yang dulu takut mendekat kini kebingungan menghadapi Ibunda Raja yang bisa memarahi seorang bangsawan karena membuang sayuran.
Sementara itu, Vivienne sendiri perlahan menyadari satu hal.
Kerajaan ini sedang menuju kehancuran.
Dan sistem bukan membawanya ke dunia ini tanpa alasan.
Di balik kehidupan istana yang penuh makanan, restoran, dan kejadian konyol, tersembunyi sebuah rahasia besar tentang tubuh yang kini ditempatinya.