Kaelan mati dengan cara paling tidak elegan, kepleset di kamar mandi kos, dan terbangun sebagai pangeran ketiga di kerajaan dasar laut yang bahkan keluarganya sendiri lupa cara memperlakukannya.
Tidak ada yang aneh menurut istana. Pangeran Kaelan memang selalu sepi, selalu di belakang, selalu jadi nama yang disebut terakhir kalau disebut sama sekali. Tidak ada yang tahu bahwa di balik wajah itu kini ada orang lain, seseorang yang masih mengingat lantai kamar mandi, masih mengingat rasa lapar yang berbeda dari rasa lapar pangeran laut.
Saat Sistem Arus mengaktifkan dirinya dan menawarkan Anugerah, kekuatan, mantra, kendali atas arus dan makhluk laut, satu-satunya cara untuk bertahan, untuk akhirnya jadi seseorang yang diperhitungkan, adalah menerima setiap misi yang datang dan menjelajah lebih jauh dari batas istana yang selama ini menjadi penjara sunyi Kaelan.
Tapi setiap Anugerah yang diterima, setiap jengkal laut yang dijelajahi, datang dengan harga yang tidak tertulis di layar sistem. Ingatan tentang siapa dia sebelumnya, perlahan, ikut terkikis arus.
Todos los derechos reservados