Malam yang sunyi

Malam yang sunyi

  • WpView
    Reads 4
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadMatureComplete Sun, Jun 28, 2026
Malam yang Sunyi adalah kisah tentang seorang pemuda yang menjalani hidup dalam kesederhanaan, tetapi menyimpan kehampaan yang tak pernah terlihat oleh siapa pun. Hari-harinya dipenuhi rutinitas yang sama-bangun, mandi, makan, membaca novel, berolahraga, lalu kembali menghabiskan malam di kamar yang sunyi. Di tengah kesendirian, hanya buku, musik yang mengalun dari ponselnya, dan kisah-kisah yang ia tonton menjadi teman setia. Namun, ketika lampu kamar mulai redup dan dunia perlahan terlelap, kenangan, rindu, dan pertanyaan yang tak pernah menemukan jawaban kembali memenuhi pikirannya. Malam yang Sunyi bukan sekadar cerita tentang kesepian. Ini adalah perjalanan seseorang yang belajar berdamai dengan luka, menemukan harapan di tengah kehampaan, dan percaya bahwa setiap malam yang gelap akan berakhir dengan datangnya fajar. Sebuah novel yang akan membawa pembaca menyelami makna kehilangan, ketabahan, dan proses menemukan kembali cahaya dalam diri sendiri.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Lysander Lowell De Villiers
  • The Antagonis Hates Socializing [End]
  • ELION (bl)
  • Secret Relationship
  • ELIAN
  • Desa Jragat [End] [Revisi]
  • desa kawitan [END]
  • LINTANG PANJER WENGI END
  • Auto Save!

Lysander Lowell De Villiers, anak bungsu dari empat bersaudara, lahir pada usia kandungan sang bunda yang baru menginjak 28 minggu. Ia datang ke dunia lebih cepat dari seharusnya-rapuh, kecil, dan nyaris tak terdengar suaranya. Sebuah kelahiran prematur, seolah hidupnya sejak awal sudah dimulai dengan perjuangan. Sejak pertama kali membuka mata di dunia, Lysander tidak pernah benar-benar tinggal di tempat yang bisa ia sebut rumah. Ia dibawa oleh kakek dan neneknya, dibesarkan dalam kehangatan sederhana, namun tanpa kehadiran seorang ibu. Sang bunda telah pergi untuk selamanya-tepat di hari yang seharusnya menjadi awal dari segalanya. Ia pun tumbuh jauh dari sosok yang seharusnya ia panggil "Papa"-seseorang yang bahkan tak pernah benar-benar ia kenal. Kini, di usianya yang ke-13, hidupnya mulai berubah ketika pria itu datang... dan membawanya pergi ke kehidupan yang asing, bersama saudara-saudara yang hanya terikat darah, bukan kenangan. -gambar by pinterest.

More details
WpActionLinkContent Guidelines