Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.
The Boy Behind The Flowers [END]

The Boy Behind The Flowers [END]

  • WpView
    Membaca 1,513
  • WpVote
    Vote 192
  • WpPart
    Bab 31
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Min, Jul 12, 2026
WpInfo
Fiksi
Romansa
Sahabat jadi Cinta
Cinta Pertama
SMA
Renjun selalu mengira ia cukup mengenal orang-orang di sekitarnya. Sampai suatu hari, ia menyadari bahwa tidak semua hal bisa dilihat dengan jelas. Ada perasaan yang dipendam terlalu lama. Ada rahasia yang disimpan terlalu rapi. Sebab beberapa orang pandai menyembunyikan apa yang mereka rasakan. Mereka tertawa seperti biasa. Berbicara seperti biasa. Berdiri di tempat yang sama seperti biasanya. Hingga tanpa sadar, mereka menjadi rahasia yang paling sulit ditebak. Dan ada seseorang yang selama ini selalu berada di dekatnya... tanpa pernah meminta untuk diperhatikan.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#139
dongren
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Nala dan Mas Juragan
  • GARWO KINASIH SANG DALANG
  • Círculo del Destino
  • My Celestia || Kabur dari Perjodohan, Jatuh ke Pelukan Konglomerat [21+]
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • Pregnant With The Protagonist's Child (END)
  • Clause of Us
  • Love For Rent (Antagonist Love Story)
  • Silent Traces by the Sea
  • ONESHOOT 21+

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan