"Hidup itu seperti matcha. Pahit di awal, tetapi perlahan meninggalkan rasa manis yang tak terlupakan,"
Sejak kehilangan kedua orang tuanya, Deluna Asterisya atau yang akrab dipanggil Luna, tumbuh menjadi gadis yang mandiri. Di usianya yang baru menginjak 19 tahun, ia membagi waktunya antara kuliah, bekerja paruh waktu di kedai Matcha Garden, dan merawat nenek yang menjadi satu-satunya keluarga yang ia miliki.
Di balik senyumnya yang lembut, Luna menyimpan luka yang tak pernah benar-benar sembuh.
Hingga suatu hari, pertemuannya dengan Arkana Avendra Adiwangsa, seorang mahasiswa yang tenang dan sulit ditebak, perlahan mengubah warna hidupnya. Pertemuan yang awalnya sederhana berubah menjadi kisah yang dipenuhi tawa, air mata, persahabatan, dan cinta.
Namun, perjalanan mereka tidak mudah. Kehadiran Liora yang diam-diam mencintai Arkan, serta Maya yang menyimpan rencana di balik senyumnya, membuat hubungan Luna dan Arkan berada di ambang kehancuran.
Di tengah semua itu, Luna harus belajar menerima bahwa tidak semua kehilangan harus dibalas dengan kesepian.
Karena seperti secangkir matcha...
rasa pahit bukanlah akhir dari segalanya.
Kadang, justru di sanalah kebahagiaan perlahan tumbuh.
All Rights Reserved