Setiap pagi, Aluna selalu membeli kopi. Bukan di kafe atau kedai. Tapi di sebuah coffee truck kecil bertuliskan Coffee To Go yang selalu mangkal di sudut jalan dekat stasiun setiap pagi. Bukan karena racikan kopinya paling enak-meski kenyataannya selalu mendapat bintang 5 di aplikasi pesan makan online-tetapi karena baristanya: Arsen. Pria dengan ciri khas hoodie hitam, suara rendah, dan kebiasaannya yang unik. Ia selalu menuliskan pesan singkat di gelas kopi pelanggannya.
"Jangan lupa bahagia."
"Hari ini pasti berat, tapi kamu lebih kuat."
"Ngopi dulu, baru otewe."
"Atau sekedar tulisan: semangat."
Pesan sederhana yang tertulis di setiap gelas kopinya, membuat hari - harinya ceria. Pesan-pesan kecil itu terasa lebih hangat dari kopi favoritnya. Bagi Aluna yang hidupnya berantakan akibat tekanan keluarga, pekerjaan, dan mimpi - mimpinya yang perlahan pudar, pesan-pesan itu perlahan mengubah segalanya.
Namun hari-hari cerianya mendadak berubah ketika suatu pagi Arsen dan coffee trucknya tidak muncul di sudut jalan stasiun.
Coffee truck itu tutup tanpa kabar. Berminggu-minggu Aluna lewat stasiun, tapi truck kecil bernuansa warna brown coffee itu tidak muncul.
Dan anehnya, Aluna merasa ada sesuatu yang telah hilang dari dirinya. Perasaan kehilangan seseorang yang bahkan ia sendiri belum kenal siapa dia sebenarnya.
Sampai akhirnya mereka bertemu lagi di kota lain secara tak sengaja.
Kali ini Aluna mengetahui sesuatu: Arsen ternyata sedang berusaha menyelamatkan hidupnya yang rumit, utang keluarga, dan mimpi yang nyaris kandas. Di tengah perjalanan mereka meraih impian masing-masing, hubungan keduanya perlahan tumbuh-hangat namun penuh luka yang belum sembuh sempurna.
Tentang dua orang yang tak saling kenal yang dipertemukan oleh segelas kopi take away, dan saling menjadi tempat pulang di saat hidup terasa lelah.
Karena terkadang, cinta datang bukan untuk membuat hidup sempurna. Tapi untuk membuat seseorang bertahan satu hari lagi.
All Rights Reserved