We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Coffee to Go

Coffee to Go

  • WpView
    Reads 11
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Aug 9, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Workplace
Setiap pagi, Aluna selalu membeli kopi. Bukan di kafe atau kedai. Tapi di sebuah coffee truck kecil bertuliskan Coffee To Go yang selalu mangkal di sudut jalan dekat stasiun setiap pagi. Bukan karena racikan kopinya paling enak-meski kenyataannya selalu mendapat bintang 5 di aplikasi pesan makan online-tetapi karena baristanya: Arsen. Pria dengan ciri khas hoodie hitam, suara rendah, dan kebiasaannya yang unik. Ia selalu menuliskan pesan singkat di gelas kopi pelanggannya. "Jangan lupa bahagia." "Hari ini pasti berat, tapi kamu lebih kuat." "Ngopi dulu, baru otewe." "Atau sekedar tulisan: semangat." Pesan sederhana yang tertulis di setiap gelas kopinya, membuat hari - harinya ceria. Pesan-pesan kecil itu terasa lebih hangat dari kopi favoritnya. Bagi Aluna yang hidupnya berantakan akibat tekanan keluarga, pekerjaan, dan mimpi - mimpinya yang perlahan pudar, pesan-pesan itu perlahan mengubah segalanya. Namun hari-hari cerianya mendadak berubah ketika suatu pagi Arsen dan coffee trucknya tidak muncul di sudut jalan stasiun. Coffee truck itu tutup tanpa kabar. Berminggu-minggu Aluna lewat stasiun, tapi truck kecil bernuansa warna brown coffee itu tidak muncul. Dan anehnya, Aluna merasa ada sesuatu yang telah hilang dari dirinya. Perasaan kehilangan seseorang yang bahkan ia sendiri belum kenal siapa dia sebenarnya. Sampai akhirnya mereka bertemu lagi di kota lain secara tak sengaja. Kali ini Aluna mengetahui sesuatu: Arsen ternyata sedang berusaha menyelamatkan hidupnya yang rumit, utang keluarga, dan mimpi yang nyaris kandas. Di tengah perjalanan mereka meraih impian masing-masing, hubungan keduanya perlahan tumbuh-hangat namun penuh luka yang belum sembuh sempurna. Tentang dua orang yang tak saling kenal yang dipertemukan oleh segelas kopi take away, dan saling menjadi tempat pulang di saat hidup terasa lelah. Karena terkadang, cinta datang bukan untuk membuat hidup sempurna. Tapi untuk membuat seseorang bertahan satu hari lagi.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Clause of Us
  • Silent Traces by the Sea
  • GARWO KINASIH SANG DALANG
  • My Celestia || Kabur dari Perjodohan, Jatuh ke Pelukan Konglomerat [21+]
  • Pregnant With The Protagonist's Child (END)
  • ONESHOOT 21+
  • Círculo del Destino
  • Nala dan Mas Juragan
  • Love For Rent (Antagonist Love Story)
  • DOMINEX | The Crime Lock

The Three Musketeers: 1st Pradipta Series Sebagai seorang jurnalis, terlibat dengan media sudah menjadi makanan sehari-hari bagi seorang Ariel Serephina Fajra. Tapi siapa sangka, satu insiden membawa namanya masuk ke dalam headline news bersama Adhiyaksa Pradipta-salah satu pewaris perusahaan raksasa yang baru saja kembali dari luar negeri. Seolah tak cukup dengan rumor mengenai dirinya dan mantan kekasihnya yang kembali mencuat begitu ia sampai di Indonesia, kali ini Aksa justru terjerat kesialan dengan terjebak di lift yang rusak bersama seorang jurnalis yang terus-menerus mewawancarai nya. Kondisi berita yang semakin bertambah mengerikan membuat Aksa melayangkan sebuah perjanjian dengan Sere. Pernikahan kontrak yang. menguntungkan bagi keduanya. Di satu sisi, nama baik Sere akan terbebas dari headline berita, sementara Aksa bisa mendapatkan warisan keluarga dari kakeknya asalkan dia menikah. "Kamu tanya kan saya kemarin malam ngapain?" Tanya Aksa semakin mendekati Sere. "Bagaimana kalau sekarang saya mengulang perbuatan saya ke kamu semalam? Supaya kamu ingat." Warning ⚠️ Cerita ini mengandung unsur dewasa dan kata-kata kasar. Harap bijak dalam memilih bacaan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines