Anatomi Amani

Anatomi Amani

  • WpView
    Reads 1,728
  • WpVote
    Votes 398
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published about 21 hours ago
Bimo Wardhana bukan playboy. Bukan juga pria yang emotionally unavailable. Sebagai pilot di ambang usia 40 tahun, ia hanya tidak percaya bahwa menghabiskan waktu dan energi untuk sebuah hubungan romantis itu sepadan. Toh, ia sudah pernah mencobanya dan gagal. Namun, akibat kebaikan hati para sahabat, Bimo dikenalkan pada Daina, perempuan manis sepuluh tahun lebih muda yang baru saja batal menikah. Mereka baik-baik saja sampai datang Amani, sahabat Daina yang cantik tapi bermulut pedas. Tanpa ragu, ia menentang kedekatan Daina dengan Bimo, terutama karena beberapa tindakan Bimo yang dianggapnya kekanakkan. Masalahnya, laki-laki dewasa mana yang pernah viral dengan drama mantan pacarnya? Bimo tersinggung, terlebih saat Daina akhirnya mundur sepihak. Anehnya, Bimo dengan mudah melupakan Daina, tapi sulit melepaskan jerat Amani dalam ingatannya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Love at First Sight
  • Love Me If You Dare (TERSEDIA CETAK DAN E-BOOK)
  • [2/3] It's today
  • Kita di Antara Narasi
  • SPILL THE WINE
  • ...
  • Architect's Oath
  • Larasuka [end] ✓
  • Hello, Deadly Life
  • Destination Love

Cinta pertama selalu memiliki tempat istimewa di hati, seperti kenangan yang tak pernah pudar. Dulu, ia adalah alasan di balik senyuman yang paling tulus akan tetapi juga menjadi penyebab luka terdalam. Dua orang yang jatuh cinta untuk pertama kalinya, berbagi dunia kecil penuh harapan yang akhirnya hancur oleh beban janji-janji yang tak terpenuhi. Tahun-tahun berlalu dan takdir mempertemukan mereka kembali dengan cara yang tak pernah mereka bayangkan. Cinta pertama mereka tidak pernah benar-benar menghilang, ia hanya berubah bentuk, menunggu momen yang tepat untuk kembali. Sekarang mereka berdiri di persimpangan baru, di mana hati mereka dengan tenang bertanya: Bisakah cinta yang sama kembali menjadi rumah lagi? Dan semua yang terjadi berakar pada satu hal: In The Name of Love.

More details
WpActionLinkContent Guidelines