Our Broken Spring

Our Broken Spring

  • WpView
    Reads 2
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jun 30, 2026
Leiya meninggal, dan empat sahabat ikut hancur bersamanya. Setahun kemudian, Aura datang dengan satu tujuan yang terdengar mustahil yaitu menyatukan kembali Justin, Travis, dan Juan. Tiga orang yang saling menyalahkan atas kematian sahabat mereka. Namun semakin ia berusaha memperbaiki masa lalu, semakin banyak rahasia yang terbuka. Pesan-pesan ancaman mulai berdatangan, seseorang seolah tidak ingin mereka kembali bersama, dan Aura perlahan menyadari... Mungkin kematian Leiya tidak pernah sesederhana yang semua orang percaya. Di antara luka yang belum sembuh, rahasia yang dikubur rapat, dan hati yang perlahan berubah, mampukah mereka menemukan kebenaran sebelum kehilangan seseorang lagi?
All Rights Reserved
#15
segitiga
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SASMITA CANDALA (21+)
  • Chasing Sanara
  • De Andere Weg (END)
  • I Won't Be the Tragic Fiancée
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • The Last Yes!
  • Almost Married (END)
  • Revenge Marriage (SELESAI)
  • Nala dan Mas Juragan
  • The Villain's Mother

Di Fakultas Ilmu Budaya tempat Andini menuntut ilmu, terdapat satu keanehan yang mencolok: seorang dosen bernama Bapak Mahapraja Hapsari. Setiap kali mengajar, beliau selalu mengenakan kain batik sebagai bawahan. Beliau tidak pernah mengenakan celana kain. Kain tersebut dipadupadankan dengan kemeja berwarna teduh, seperti krim, cokelat muda, putih gading, hijau pupus, dan sesekali merah muda. Penampilannya selalu tampak rapi dan konsisten. Pada awalnya, ketika baru memasuki semester pertama, Andini mengira bahwa hal tersebut hanyalah gaya berbusana biasa. Namun, hingga memasuki semester ketiga, gaya berpakaiannya tidak pernah berubah. Pada suatu siang, karena rasa ingin tahu yang besar, Andini memberanikan diri bertanya secara langsung dengan sopan dan santun. Ia bertanya mengapa beliau tetap mengenakan kain lebar yang terkesan gerah di cuaca panas seperti ini. Dosen yang bertubuh besar dan kekar dengan kulit berwarna cokelat mengilat itu tidak segera menjawab. Ia justru balik bertanya, "Kamu bukan orang Jawa asli, bukan?" "Iya, Pak. Saya orang Sunda. Ibu saya yang berdarah Jawa," jawab Andini. Pria itu bergumam pelan, "Sayang sekali." Wajahnya seketika tampak muram. "Jika kamu benar-benar ingin tahu, temui aku di ruanganku pukul lima sore," ujarnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines