DEVIL'S REIGN
Bagi Antares Devano, yang akrab dipanggil Ares, sekolah adalah wilayah kekuasaannya dan aturan adalah hal tidak berguna. Sebagai ketua geng motor The Vipers yang paling disegani, Ares terkenal dingin, kejam, dan tidak punya ampun. Ciri khasnya yang paling ikonik adalah anting perak kecil di telinga kiri dan tatapan mata elang yang sanggup membuat siapa saja bungkam hanya dalam sekali lirik. Hidupnya yang tenang dan penuh kendali terusik saat jalurnya bersilang dengan satu-satunya orang yang berani menantang otoritasnya.
Vanila Cassandra. Dia bukan tipe gadis sekolah biasa yang akan menunduk ketakutan di depan Ares. Dengan gaya tomboi, paras cantik yang natural, dan papan skateboard yang tidak pernah lepas dari tangannya, Vanila adalah definisi dari keberanian. Baginya, Ares hanyalah cowok arogan sok berkuasa yang patut dibenci. Begitupun sebaliknya, Ares sangat membenci kehadiran Vanila yang dianggapnya sebagai benalu pengganggu.
Pertemuan mereka selalu meledak dalam konflik, makian, dan persaingan sengit di koridor sekolah. Namun, sebuah insiden memaksa Vanila terjebak di bawah perlindungan The Vipers, membuat mereka harus berinteraksi lebih dekat dari yang mereka mau.
Saat dinding kebencian di antara keduanya perlahan mulai terkikis tanpa izin, Ares menyadari satu hal: eksistensinya yang penuh musuh adalah ancaman terbesar bagi keselamatan Vanila. Di antara ego yang tinggi, hantaman papan skateboard, dan perang dingin yang melelahkan, mampukah keduanya bertahan saat rasa benci itu berubah menjadi satu-satunya hal yang ingin mereka lindungi