Anna selalu percaya satu hal, ia cukup pintar untuk menjadi dokter. Setidaknya... sampai hari pertamanya di IGD. Di tempat di mana setiap detik menentukan hidup dan mati, Anna justru lebih sering menentukan hal lain, kesalahan. Mulai dari salah membaca kondisi pasien, panik di saat yang salah, sampai hampir membuat keputusan fatal. Singkatnya, ia bukan hanya bagian dari tim medis... tapi juga sumber masalah yang berjalan. Dan di tengah kekacauan itu, ada Sunghoon. Dokter penanggung jawab IGD, tenang, dingin, dan terlalu tajam untuk ukuran manusia. Ia tidak pernah meninggikan suara, tidak pernah terlihat panik, tapi setiap kalimatnya terasa seperti vonis. Bagi Sunghoon, Anna bukan sekadar dokter magang. Anna adalah ujian kesabaran yang berjalan. Sementara bagi Anna, Sunghoon adalah alasan mengapa ia mempertimbangkan untuk pindah jurusan setiap hari. Satu hal yang Anna sadari dengan cepat, menjadi dokter itu sulit. Tapi bekerja di bawah Park Sunghoon? Itu... bisa jadi lebih mematikan.
More details