Stecu (Setelan Cuek)
Cerita ini berpusat pada Orm, seorang penyintas kehidupan berusia 28 tahun yang tangguh. Di tengah duka kehilangan ayahnya dan perjuangan hidup berdua bersama ibunya, Orm didiagnosis mengidap vaginismus (gangguan nyeri seksual). Enggan menyerah pada takdir, Orm memilih berdamai dengan kondisinya, menutup pintu pernikahan konvensional, namun tetap bertekad mengejar impiannya untuk menjadi seorang ibu melalui program IVF (Bayi Tabung).
Di sisi lain, terdapat keluarga konglomerat Kwong. Sang anak laki-laki, Tate Kwong, merasa tertekan oleh ekspektasi keluarga konservatifnya yang menuntut pewaris. Karena memiliki orientasi seksual yang berbeda dan tidak memercayai pernikahan tradisional, Tate secara rahasia membekukan spermanya di bank sperma rumah sakit keluarga untuk rencana surrogate mother (ibu pengganti) di masa depan, sebelum akhirnya ia memutuskan untuk melarikan diri dan menghilang.Sebuah kesalahan medis fatal terjadi di rumah sakit keluarga Kwong: Sperma milik Tate tidak sengaja tertukar dan diimplantasikan ke dalam rahim Orm.
Skandal ini ditemukan oleh Ling-ling Kwong, saudara kembar Tate sekaligus CEO dan Direktur Rumah Sakit tersebut. Ling-ling yang berkarakter dingin dan selama ini diabaikan oleh ayahnya karena ia seorang perempuan, langsung menyampaikan kabar mengejutkan ini kepada orang tuanya.Ditekan oleh situasi hidup dan mati sang ibu, Orm akhirnya menyetujui tuntutan Tuan Kwong untuk mempertahankan kandungannya. Kesepakatan pun dibuat: Tuan Kwong wajib membiayai seluruh kebutuhan medis ibu Orm serta menjamin masa depan anak tersebut.
Sebagai solusi akhir demi menjaga kehormatan dinasti mereka, Tuan Kwong memutuskan bahwa Ling-ling harus menikah dengan Orm untuk menggantikan posisi Tate sebagai kepala keluarga baru. Cerita diakhiri dengan momen krusial di mana Tuan Kwong mempertemukan Ling-ling dan Orm untuk menghadapi takdir pernikahan bisnis yang tak terduga ini.