We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
TITIK : KIRANA UNTUK GEMA

TITIK : KIRANA UNTUK GEMA

  • WpView
    Reads 557
  • WpVote
    Votes 328
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jul 28, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Small town
Katanya waktu adalah obat. Dia sudah menelan tiga tahun. Tapi luka itu tidak kunjung sembuh. Dia memilih untuk tidak berbohong. Tidak pada dirinya, dan tidak pada orang lain. Ia tidak mencari pengganti untuk menambal noda di hatinya. Ia tidak berteriak. Ia hanya diam. Namun diam punya harga. Masa lalu mengetuk pintu. Masa depan menawarkan tangan. Dan di tengah keduanya, ia harus memutuskan: Apakah berani menaruh titik, atau selamanya hidup di dalam koma? Titik. Sebuah novel tentang keberanian untuk tidak sembuh dengan cepat.
All Rights Reserved
#52
grumpyxsunshine
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berikan Aku Rumah [Revisi Alur]
  • Cinta yang Dijaga di Jalur-Nya (REVISI)
  • ALVARO [ON GOING]
  • VERLOREN GELUK [Revisian Alur]
  • BodyGuard • Jennie x Taeyong ✔ [ Selesai ]
  • DEAR, LEO (REVISI)
  • Dieser Mann
  • FRAGILE OF SCHOOL (On Going)
  • A Gentle Path to You [TERBIT]
  • Dua luka menjadi satu

Prolog: Humaira selalu bersikap baik kepada siapapun. Bahkan, kepada orang yang menyakiti perasaannya. Humaira adalah orang penuh kasih, orang yang selalu tertawa dan menghibur, akan tetapi ... setiap kali ia melindungi orang yang selama ini ia sayangi dengan hati yang tulus. Justru, itu adalah orang yang menyakiti perasaan, lebih menyakitkan dibandingkan orang yang membencinya secara terang-terangan. Ibunya sendiri. Ibunya sendiri orang yang ia sayangi, sekaligus orang yang selalu menorehkan luka. Berbeda dengan Lia, ia hanyalah gadis keras kepala yang orang orang kenal. Ia adalah orang yang paling keras ketika menegakan kebenaran, paling keras ketika berargumen, serta paling mengerti detail kecil seseorang. Lia tidak sama seperti Humaira, Lia adalah gadis yang berani membalas orang yang menyakitinya. Jika ia dikhianati oleh orang yang paling ia percayai, ia tak membalas dengan omongan. Ia membalas dengan menghancurkan kehidupan orang itu, hingga orang itu putus asa. Ia bukanlah pemaaf seperti Humaira. Ia lebih baik menjadi iblis daripada menjadi seseorang yang memakai topeng.

More details
WpActionLinkContent Guidelines