We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Meet Me in the Afterglow

Meet Me in the Afterglow

  • WpView
    Reads 11
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Aug 4, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
First Love
Slice of Life
Romantic Comedy
"Ariella, kita tidak bisa meminta seseorang yang hadir di musim semi untuk tetap tinggal di musim gugur. Sama seperti seseorang yang menghangatkan musim panas belum tentu bisa bertahan di musim dingin. Jadi, itu bukan salah siapa-siapa, Nak. Memang begitulah cara hidup bekerja." Kalimat itu terus tertanam dalam benak Ariella. Mungkin ibunya benar. Pada akhirnya, satu-satunya orang yang akan selalu ia miliki di setiap musim adalah dirinya sendiri. Musim akan terus berganti, begitu pula orang-orang yang singgah dalam hidupnya. Maybe people aren't meant to stay forever. Maybe they're only meant to bloom in the season they're meant for. Namun, jauh di lubuk hatinya, Ariella tetap berharap akan ada seseorang yang memilih bertahan lebih dari satu musim. Tanpa ia sadari, seseorang itu telah lama hadir. Menunggu Ariella menyadari keberadaannya sama seperti cahaya afterglow yang baru terlihat ketika matahari tenggelam Meet Me in the Afterglow.
All Rights Reserved
#110
story
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Love For Rent (Antagonist Love Story)
  • Silent Traces by the Sea
  • Círculo del Destino
  • Pregnant With The Protagonist's Child (END)
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • My Celestia || Kabur dari Perjodohan, Jatuh ke Pelukan Konglomerat [21+]
  • ONESHOOT 21+
  • Clause of Us
  • GARWO KINASIH SANG DALANG

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines