The Apathy

The Apathy

  • WpView
    Reads 17
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jun 29, 2026
Trigger Warning: Mengandung unsur kekerasan, pembunuhan, dan penyebutan isu sensitif. Mohon bijak dalam membaca. Di mata orang sekitarnya, Yushada adalah tragedi yang berjalan. Pemuda menawan berwajah cantik dan bertubuh maskulin itu kehilangan senyum serta keceriaannya sejak sebuah insiden menghancurkan hidupnya. Di balik keheningan dan wajah tanpa ekspresinya, Yushada adalah "Pretty Killer", sang eksekutor berdarah dingin yang meninggalkan simbol kejam di setiap tubuh korbannya. Ketika Detektif Dikha yang terkenal tanpa ampun mulai mencium pola pembunuhan ini, ia bersumpah akan menangkap pelaku apapun caranya. Namun, semakin Dikha mendekati kebenaran, semakin ia menyadari bahwa menangkap "Pretty Killer" berarti menggali kembali insiden kelam yang seharusnya tetap terkubur.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Love me or die
  • Justine
  • The Servant [James Harem]
  • Jodoh Pilihan Mama
  • I'm Not Just a Figuran
  • Same, But Not
  • FRIEND'S? - KRATINGMEEN
  • TOXIC BOYFRIEND
  • Garwo
  • Last Hope - Cawooz

"Gila! Axelio benar-benar sakit jiwa!" umpat Yura keras-keras pada kamar kosnya yang sepi. Bagaimana tidak? Axelio Valcrest, sang antagonis pria berdarah dingin, jatuh cinta pada pandangan pertama kepada Arcelia , si female lead yang berhati malaikat. Cinta yang semula indah berubah menjadi obsesi gelap yang mengerikan. Karena cintanya ditolak-sebab Arcelia mencintai sahabat kecilnya, Elvano sang male lead utama-Axelio tanpa ragu menghabisi Elvano dan mengurung Arcelia di dalam mansion mewahnya yang menyerupai sangkar emas. Namun, yang paling membuat Yura meradang adalah nasib tunangan Axelio, Ravena Dracarys. Sebagai antagonis wanita, Ravena begitu terobsesi pada Axelio. Puncaknya, hanya karena Ravena menampar Arcelia demi mempertahankan harga dirinya, Axelio tanpa belas kasihan mengeksekusi tunangannya sendiri. Perut Yura tiba-tiba berbunyi nyaring, memutus untaian kekesalannya. "Aduh, lapar lagi. Keluar bentar deh, di depan gang biasanya masih ada yang jual nasi goreng." Sambil bersenandung kecil untuk mengusir sepi, Yura berjalan menyusuri trotoar malam yang lengang. Dia baru saja hendak menyeberang jalan ketika seberkas cahaya silau memedihkan matanya dari arah samping. Tinnnnnnnnnnn! "Ravena... Sayang, bangun..." Gila! Gue transmigrasi?! jerit Yura dalam hati. "Axel, aku ingin membatalkan pertunangan kita." "Ravena Dracarys..." Axel berbisik rendah, suaranya terdengar seperti seringai iblis yang merayap di kulit. "Kau pikir... kau siapa bisa memutuskan untuk membatalkan pertunangan ini secara sepihak, hm?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines