We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Aku baik-baik saja, Katanya.

Aku baik-baik saja, Katanya.

  • WpView
    Reads 9
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jun 30, 2026
WpInfo
Fiction
Social Themes
Mental Health and Neurodiverse
Di balik senyum yang selalu ia tunjukkan, tersimpan lelah yang tak pernah sempat diceritakan. Setiap pertanyaan dijawab dengan kalimat yang sama, *"Aku baik-baik saja."* Namun, tak ada yang benar-benar melihat bagaimana ia berjuang menghadapi tekanan, harapan, dan kesunyian yang perlahan memenuhi harinya. Cerpen ini mengisahkan seseorang yang terus berusaha terlihat kuat di hadapan orang lain, meski di dalam dirinya ada luka yang tak pernah terucap. Ketika dunia hanya melihat senyumnya, ia harus menghadapi pertarungan batin yang semakin berat seorang diri. Aku Baik-Baik Saja, Katanya adalah kisah tentang diam yang menyakitkan, perasaan yang dipendam, dan keinginan sederhana untuk dipahami sebelum semuanya terlambat.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Lysander Lowell De Villiers
  • ELION (bl)
  • PROYEK SATU TAHUN
  • The Pinky Boy
  • Target Si Supir [END]
  • "Liburan" Bonus Suami
  • After the Fall
  • Tresna Kang Tinatih Ing Alas Jati
  • Trouble Maker[END]
  • Auto Save!

Lysander Lowell De Villiers, anak bungsu dari empat bersaudara, lahir pada usia kandungan sang bunda yang baru menginjak 28 minggu. Ia datang ke dunia lebih cepat dari seharusnya-rapuh, kecil, dan nyaris tak terdengar suaranya. Sebuah kelahiran prematur, seolah hidupnya sejak awal sudah dimulai dengan perjuangan. Sejak pertama kali membuka mata di dunia, Lysander tidak pernah benar-benar tinggal di tempat yang bisa ia sebut rumah. Ia dibawa oleh kakek dan neneknya, dibesarkan dalam kehangatan sederhana, namun tanpa kehadiran seorang ibu. Sang bunda telah pergi untuk selamanya-tepat di hari yang seharusnya menjadi awal dari segalanya. Ia pun tumbuh jauh dari sosok yang seharusnya ia panggil "Papa"-seseorang yang bahkan tak pernah benar-benar ia kenal. Kini, di usianya yang ke-13, hidupnya mulai berubah ketika pria itu datang... dan membawanya pergi ke kehidupan yang asing, bersama saudara-saudara yang hanya terikat darah, bukan kenangan. -gambar by pinterest.

More details
WpActionLinkContent Guidelines