Sebagai ahli keamanan siber, Riza Alfarezel tahu cara melindungi sistem apa pun di dunia ini. Namun, ia tidak pernah siap ketika benteng pertahanannya diruntuhkan oleh Aidanara Putri, gadis berpayung kuning rusak yang datang membawa warna di hidupnya yang semula hitam putih. Selama empat tahun, Riza menjadi rumah yang terlalu teduh. Terlalu aman, terlalu tenang, hingga Nara lupa bahwa di luar sana, badai yang menawarkan debaran baru jauh lebih menggoda.
Nara memilih pergi. Ia mencampakkan ketulusan Riza demi mengejar kenyamanan pada pria lain yang terasa lebih hidup.
Riza tidak mengamuk. Ia mundur dalam sunyi, merelakan Nara pergi dengan sisa hati yang hancur berantakan. Namun, bagi Riza, melepaskan bukan berarti berhenti peduli. Di balik riuhnya kota, ia memilih bertransformasi menjadi bayangan, mengamati dari jarak sunyi, memastikan gadis itu tetap tersenyum meski bukan dia lagi alasannya.
Hingga suatu malam, sistem kehidupan Nara mengirimkan sinyal bahaya.
Pria yang Nara pilih berubah menjadi badai yang menghancurkannya, meninggalkan Nara sendirian di titik terendah dalam hidup yang penuh keputusasaan. Di saat Nara merasa dunia telah berbalik memusuhinya, keajaiban, keajaiban misterius mulai berdatangan tepat di waktu yang krusial. Masalah pelik yang mengancam masa depannya mendadak selesai satu demi satu melalui uluran tangan tanpa nama.
Nara tidak pernah tahu, ada seseorang yang sedang mempertaruhkan seluruh kekuasaan, jaringan, dan masa depannya di balik layar demi menyelamatkannya. Seseorang yang pernah ia campakkan, namun tetap memilih menjaganya di dalam senyap.
Ketika semua topeng perlahan tanggal dan rahasia besar itu mulai terendus, akankah Nara menyadari siapa pelindung tak kasat mata di hidupnya? Dan saat penyesalan itu datang, apakah tempatnya di hati Riza masih tetap sama, ataukah semuanya sudah terlambat?
"Karena terkadang, bentuk cinta tertinggi bukan lagi memeluk erat, melainkan menjaga dari kejauhan tanpa perlu diakui."
All Rights Reserved