Ex-tra Trouble

Ex-tra Trouble

  • WpView
    Reads 21
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jun 29, 2026
First Story─⋆ *** Dua tahun, Naera menjalankan permintaannya yang dikabulkan oleh Tuhan. Beribu pekerjaan agar dia tidak terus terbayang-bayang kisah mengenaskan tanpa kejelasan bersama pria itu. Atau mungkin bisa dibilang tentang rasa bersalah kepada Si Pria. Perjalanan merantau desa ke kota, lalu ke kota yang lain lagi sudah Naera lakukan demi melupakannya. Walau hanya sekitar separuh saja yang berhasil terlupakan, menganggap segalanya berakhir sambil berharap: Si Pria menemukan pasangan baru, dan Naera fokus memperjuangkan perjalanannya dengan tenang. Akan tetapi sepertinya Tuhan tidak mengabulkan harapan Naera yang satu ini.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Almost Married (END)
  • Revenge Marriage (SELESAI)
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • Chasing Sanara
  • The Villain's Mother
  • SASMITA CANDALA (21+)
  • I Won't Be the Tragic Fiancée
  • The Last Yes!
  • De Andere Weg (END)

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines