Ayah, Maaf Aku Terlambat Mengerti

Ayah, Maaf Aku Terlambat Mengerti

  • WpView
    LECTURAS 0
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Partes 2
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mar, jun 30, 2026
WpInfo
Ficción
Temas Sociales
Romance
Selama bertahun-tahun, Alya percaya bahwa ayahnya tidak pernah benar-benar mencintainya. Baginya, sang ayah hanyalah sosok yang selalu pergi sebelum matahari terbit dan pulang ketika malam telah larut. Tak ada pelukan, tak ada kata sayang, hanya kesibukan yang perlahan menciptakan jarak di antara mereka. Hingga suatu hari, sebuah rahasia yang selama ini tersembunyi membuka mata Alya. Ia akhirnya menyadari bahwa cinta seorang ayah tidak selalu terdengar, tetapi selalu hadir dalam setiap pengorbanan yang tak pernah diceritakan. Namun, ketika penyesalan itu datang... waktu tidak lagi berpihak. Di balik kisah ini tersimpan tawa, persahabatan, luka, harapan, dan pengorbanan yang akan mengajarkan bahwa kasih sayang orang tua sering kali baru disadari ketika hampir terlambat. "Ayah... maaf aku terlambat mengerti." 🤍
Dominio público
#16
anakdanayah
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Lysander Lowell De Villiers
  • Ritual Rasa
  • PROYEK SATU TAHUN
  • REGAN's Crazy Wife (END)
  • Trouble Maker[END]
  • Luk Telu Belas
  • (BL) The Emperor's Favorite Consort Changed Souls《暴君宠妃竟然换了芯子》END
  • ELION (bl)
  • "Liburan" Bonus Suami
  • The Pinky Boy

Lysander Lowell De Villiers, anak bungsu dari empat bersaudara, lahir pada usia kandungan sang bunda yang baru menginjak 28 minggu. Ia datang ke dunia lebih cepat dari seharusnya-rapuh, kecil, dan nyaris tak terdengar suaranya. Sebuah kelahiran prematur, seolah hidupnya sejak awal sudah dimulai dengan perjuangan. Sejak pertama kali membuka mata di dunia, Lysander tidak pernah benar-benar tinggal di tempat yang bisa ia sebut rumah. Ia dibawa oleh kakek dan neneknya, dibesarkan dalam kehangatan sederhana, namun tanpa kehadiran seorang ibu. Sang bunda telah pergi untuk selamanya-tepat di hari yang seharusnya menjadi awal dari segalanya. Ia pun tumbuh jauh dari sosok yang seharusnya ia panggil "Papa"-seseorang yang bahkan tak pernah benar-benar ia kenal. Kini, di usianya yang ke-13, hidupnya mulai berubah ketika pria itu datang... dan membawanya pergi ke kehidupan yang asing, bersama saudara-saudara yang hanya terikat darah, bukan kenangan. -gambar by pinterest.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido