Bisikan Kematian

Bisikan Kematian

  • WpView
    Reads 480
  • WpVote
    Votes 69
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jul 8, 2026
Yuan adalah seorang komikus yang namanya baru saja melejit. Namun, di balik ketenarannya, sebuah teror mengerikan mulai menghantuinya-seseorang dengan sengaja menciptakan tragedi pembunuhan yang persis seperti yang ia gambar dalam karyanya. Hal itu memunculkan sebuah pertanyaan besar: apakah Yuan adalah pelaku sebenarnya, atau hanya kambing hitam? Di saat yang sama, seorang petugas Departemen Kriminal bernama Zhao masuk ke dalam kehidupannya untuk mengawasi setiap gerak-geriknya. Namun, menemukan dalang di balik semua itu jauh lebih sulit dari yang mereka bayangkan. Hingga akhirnya, saudara angkat Yuan yang misterius ikut terseret ke dalam penyelidikan. Semakin jauh mereka mengungkap kebenaran, semakin banyak rahasia yang terkuak. Kasus ini ternyata jauh lebih rumit daripada yang mereka kira. Dan tanpa mereka sadari, seseorang diam-diam tengah mengincar nyawa Yuan. Akankah mereka berhasil memecahkan kasus tersebut? Atau justru menemukan sebuah kebenaran yang jauh lebih besar?
All Rights Reserved
#7
kriminal
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • [TAMAT] Help, I'm a Zombie!
  • Heyu : Second Gear
  • The Last Antagonis
  • LORENZO
  • ISTRI SELINGAN
  • ANOTHER TRACY
  • Ervan Carolline
  • NEALINE : Blood and Ice Cream
  • Side Character Syndrome
  • SALAH OBAT

Pearl POV - Menjadi zombi bukan berarti aku kehilangan standar. Makan manusia sembarangan? Ew, jorok banget. Di tengah kiamat ini, aku tetap hidup dengan aturan, gaya, dan asosiasi zombiku sendiri. Hidupku sudah tenang, sampai pria menyebalkan dari militer itu menghalangi jalanku. Bhagna POV -​ Dia mutan anomali. Terlalu sadar dan kelewat terorganisir. Instingku menyuruhku untuk membunuhnya detik itu juga. Tapi senjataku tak pernah menyentuhnya. Dalihku, lebih aman menjaga musuh tetap berada dalam jangkauan. Padahal... mungkin saja aku hanya tidak ingin melepaskannya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines