Sri Kandhini adalah mahasiswi ceria, teledor, dan ceroboh yang terlahir sebagai Gadis Tulang Wangi (darah manis) soko trah suci Sasongko di Yogyakarta. Menjelang keberangkatannya kagem Kuliah Kerja Nyata (KKN) ke desa terpencil di lereng Gunung kendheng, dunianya runtuh seketika. Ia memergoki kekasihnya, Danu, berselingkuh dengan sahabat karibnya sendiri, Citra. Dhini berangkat KKN membawa seluruh luka batin dan patah hatinya ke Desa Penari Kelabu, sebuah desa mistis yang masih memegang teguh adat istiadat kejawen kuno.
"Sopo sing tulus bakal tinemu mulyo, nanging sopo sing dumeh lan sombong, jagad gunung kendheng sing bakal metuki sukmone."(Siapa yang tulus akan menemui kemuliaan, namun siapa yang takabur dan sombong, alam kendheng yang akan menjemput sukmanya.)
Malam di lereng Gunung kendheng tidak pernah benar-benar sunyi. Di balik kabut tebal yang bergulung kelabu menembus sela-sela tiang joglo Desa Penari Kelabu, ada degup kendang yang bertalu dengan ritme yang bunga melati yang menguar pekat dari raga seorang gadis kota.
Mampukah Dhini membawa takdir lahir yang berat sebagai Gadis Tulang Wangi-pemilik darah manis yang sukmanya menjadi incaran abadi para lelembut penghuni hutan terdalam.
All Rights Reserved