Jejak Langkah di Antara Kampus dan Puncak

Jejak Langkah di Antara Kampus dan Puncak

  • WpView
    Membaca 37
  • WpVote
    Vote 5
  • WpPart
    Bab 19
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Kam, Jul 23, 2026
Di tengah hiruk-pikuk tugas kuliah yang menumpuk, ujian yang menguras pikiran, dan tekanan menuju masa depan, ada delapan sahabat perempuan yang memilih jalan berbeda - tidak hanya belajar di dalam ruang kelas, tapi juga mendidik hati dan jiwa di tengah keasrian alam. Kirana, Lestari, Cempaka, Melati, Anggrek, Mawar, Kemuning, dan Sejora - delapan mahasiswi berhijab dengan latar belakang dan sifat yang berbeda, namun menyatu dalam satu tekad yang sama: membuktikan bahwa kekuatan sejati tidak terletak pada fisik semata, melainkan pada kebersamaan, kesabaran, dan keberanian untuk melangkah melampaui batas diri sendiri. Mereka melintasi jalur terjal Bukit Kelam, menembus hujan lebat dan kabut tebal di Bukit Raya, hingga akhirnya menaklukkan puncak Bukit Talogah Sanggau - tempat di mana telaga jernih menanti sebagai hadiah dari alam. Tanpa bantuan orang luar, hanya mengandalkan kekompakan, saling menjaga, dan berbagi beban, mereka melewati setiap rintangan yang datang. Namun perjalanan ini bukan sekadar kisah petualangan mendaki gunung. Di balik setiap langkah kaki yang tergores di tanah hutan, tersimpan pelajaran hidup yang mendalam: tentang arti persahabatan yang tulus, cara mengatasi perbedaan, menghadapi rasa takut, dan memahami bahwa puncak tertinggi yang harus ditaklukkan bukanlah gunung, melainkan keraguan dan kelemahan dalam diri sendiri. Ikuti kisah mereka yang penuh semangat, haru, dan makna - membuktikan bahwa sebagai perempuan, sebagai sahabat, dan sebagai pejuang mimpi, mereka mampu melangkah sejauh apa pun, selama melakukannya bersama. "Jejak kaki di tanah mungkin akan hilang tertutup waktu, tapi ikatan hati dan pelajaran yang didapat akan terus menjadi cahaya penerang jalan menuju masa depan."
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#7
ketulusan
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • After the Fall
  • Your Auntie
  • ELION (bl)
  • Lysander Lowell De Villiers
  • Transmigrasi Menjadi Mama Tiga Alpha
  • The Antagonist Hates Socializing [End]
  • "Liburan" Bonus Suami
  • Trouble Maker
  • Auto Save!
  • Target Si Supir

Zein Alastair Lucien Ashton. Ketika dia masih kecil dan masih belum mengerti apa-apa, seluruh anggota keluarganya pergi meninggalkan dia untuk membawa kakak keduanya yang saat itu sakit parah berobat ke luar negeri dan dia ditinggalkan bersama para pekerja di rumah besar keluarga mereka. Zein tumbuh tanpa figure keluarga, hanya dibesarkan oleh para pelayan. Dia anak baik dan ceria meskipun tumbuh tanpa keluarganya. Mereka pulang sekali dalam beberapa tahun dan setiap kepulangan mereka langsung disambut dengan baik oleh Zein, namun mereka berubah... Entah karena tak lagi merasa sayang karena sudah lama tak bersama ataukah karena ada sosok yang lebih butuh daripada Zein. Hingga akhirnya setelah sebelas tahun berlalu, si anak tengah dinyatakan sembuh dari penyakitnya. Mereka memutuskan untuk pulang, mengejutkan Zein dengan kepulangan mereka sambil membawa banyak sekali hadiah untuk si bungsu dan berbagai rencana kegiatan yang akan mereka lakukan. Namun hari itu, saat mereka tiba... Tidak ada sambutan, tidak ada pelukan. Suasana rumah besar itu sepi tanpa kehadiran Zein. Mereka bertanya-tanya, ke mana anak itu pergi? Namun para pelayan hanya mengatakan bahwa sang tuan muda tak pernah pulang dalam waktu beberapa bulan terakhir. Bukan karena dia kabur dari rumah, bukan karena dia pergi untuk kebebasan dalam kenakalannya. Tapi dia pergi karena 'Mentalnya' harus mendapatkan perawatan. Sebuah kejadian di suatu hari yang suram membuat Zein kehilangan kewarasannya hingga semua pelayan memutuskan untuk mengirimnya ke sebuah tempat yang bernama 'Rumah Sakit Jiwa.' Dan lebih dari semua itu, keluarganya tidak mengetahui apa pun selama ini. #1Trauma🥇 #1Mental🥇 #1Keluarga🥇 #1Zein🥇 #1Brothership🥇 #1Bungsu🥇 #1Adik🥇 Ditulis pada Senin, 19 Januari 2026- Dipublikasikan pada Senin, 16 Maret 2026-

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan