Di Antara Dua Seragam
Ariella mengira pertemuan antarsekolah hanya akan menjadi kegiatan biasa yang segera terlupakan. Ia datang tanpa ekspektasi, hingga tanpa sengaja dipertemukan dengan Arvian, ketua OSIS dari sekolah rival yang terkenal dingin, tegas, dan sulit didekati.
Pertemuan pertama mereka dipenuhi kesalahpahaman dan pertengkaran. Namun, takdir terus mempertemukan mereka dalam berbagai kegiatan. Semakin sering bertemu, semakin tipis batas antara benci dan nyaman. Tanpa mereka sadari, perasaan itu tumbuh di tengah persaingan dua sekolah.
Sayangnya, hubungan mereka tidak semudah yang dibayangkan. Gosip, rasa cemburu, konflik antarsekolah, hingga hadirnya orang ketiga membuat keduanya mulai meragukan perasaan masing-masing. Di saat Ariella memilih menjauh demi menghindari masalah, Arvian justru sadar bahwa kehilangan Ariella jauh lebih menyakitkan daripada mengakui perasaannya.
Di antara dua seragam yang berbeda, mereka harus memilih-tetap menjadi rival, atau memperjuangkan cinta yang tak pernah melihat asal sekolah.