Confidential

Confidential

  • WpView
    Membaca 18
  • WpVote
    Vote 2
  • WpPart
    Bab 1
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sen, Jun 29, 2026
Kalau ada yang nanya siapa orang paling sibuk menjelang tahun ajaran baru, jawabannya pasti anak OSIS. Mereka rela datang sebelum matahari benar-benar naik, pulang setelah satpam sekolah mulai mengusir, bahkan menghabiskan waktu libur cuma buat rapat yang kadang berakhir tanpa keputusan. Proposal direvisi berkali-kali, jadwal berubah setiap hari, belum lagi panitia yang mendadak menghilang pas lagi dibutuhin. Capek? Banget. Tapi entah kenapa, selalu ada alasan buat balik lagi ke ruang OSIS keesokan harinya. Di balik semua kesibukan itu, ada satu rahasia yang bahkan anggota OSIS sendiri nggak pernah curiga. Tentang dua orang yang selalu terlihat menjaga jarak ketika rapat berlangsung, tetapi diam-diam saling menunggu setelah semua orang pulang.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#321
martin
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Auto Save!
  • Target Si Supir
  • Desa Jragat [End] [Revisi]
  • The Antagonist Hates Socializing [End]
  • ELION (bl)
  • ELIAN ✓
  • Trouble Maker
  • Halo, Kanael!
  • Lysander Lowell De Villiers

​"Bang, sumpah gue capek direvisi terus. Pengen resign terus nikah sama sugar daddy aja rasanya." "Kirimkan syarat pendaftarannya ke saya." "Hah? Pendaftaran apaan? Staf desain baru?" "Pendaftaran untuk menjadi laki-laki yang membiayai seluruh sisa hidup kamu." "Bang, kata anak-anak, Abang baru aja nolak Kak Dita ya? Padahal dia primadona kampus loh." "Itu bukan urusan kamu." "Lagian Abang nyari standar yang kayak gimana sih? Yang modelan bidadari turun dari kahyangan aja ditolak mentah-mentah." "Saya mencari yang berantakan, paling susah diatur, hobi begadang, dan selalu membantah ucapan saya..." "..." "Dan wangi tubuhnya seperti permen stroberi." Javas Mahesa (Jaja) mengira kutukan terburuknya sebagai mahasiswa DKV adalah urban legend hantu gantung diri di kosan lantai empatnya. Ternyata dia salah besar. Bencana aslinya justru berwujud Rendra Aditama, mahasiswa tingkat akhir Fakultas Hukum sekaligus koordinator divisinya yang kaku, galak, dan punya hobi meneror kanvas Figma milik Jaja dua belas jam sehari. Berawal dari keterpaksaan berburu sertifikat kelulusan, Jaja pikir penderitaannya di bawah kekuasaan kursor biru itu hanya sebatas nasib staf bawahan yang tertindas. Namun, dengan semua rentetan revisi tanpa ampun, kating hukum itu rupanya menyimpan agenda lain. Rendra tidak hanya berniat mendominasi kanvas desain Jaja, tapi juga seluruh perhatian, waktu, dan detak jantung mahasiswa baru yang selalu membuatnya pusing itu. Selamat datang di pusaran Nawasena Project. Tempat di mana revisi desain tidak pernah selesai, dan sikap posesif ugal-ugalan bersemi secara paksa dari sebuah ruang kerja digital. [Rank #1 - di #kampus 03/06/2026] [Rank #4 - di #bllokal 26/05/2026] [Rank #11 - di #boyslove 16/06/2026] Di-publish pertama kali pada Mei 2026.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan