Meguro Ren, yang akrab dipanggil Mas Reno, merantau ke Jakarta dengan satu tekad besar: membangun usaha ternak lele sampai berhasil, lalu melamar Astrid, kekasihnya yang sudah berkali-kali bertanya kapan mereka akan menikah. Awalnya hidup Reno jauh dari kata mudah. Ia kerja serabutan, kadang bantu bongkar muat, kadang ikut teman mancing, lalu dari kebiasaan itulah muncul ide untuk mulai ternak lele. Dengan modal pas-pasan, Reno mulai belajar dari nol: cari kolam, pilih bibit, hitung pakan, sampai belajar cara panen yang benar.
Di sisi lain, Miyadate Ryota baru saja kehilangan pekerjaannya sebagai chef setelah terkena PHK dari sebuah restoran. Karena butuh segera bangkit, ia memilih usaha yang paling masuk akal untuk dijalankan dari awal: pecel lele. Baginya, usaha ini sederhana tapi punya peluang besar, karena bahan mudah didapat, cara olahnya jelas, dan pasarnya selalu ada. Setelah membuat daftar kebutuhan lengkap, mulai dari gerobak, kompor, wajan besar, sambal, lalapan, sampai sistem belanja harian, Ryo mulai menyusun rencana kecilnya sendiri.
Tak disangka, saat Ryo sedang mencari pasokan lele, ia bertemu dengan Reno, teman lama yang ternyata sedang merintis usaha ternak lele. Dari pertemuan itu, muncullah kerja sama yang saling menguntungkan. Reno butuh pembeli yang tetap dan bisa dipercaya, sementara Ryo butuh suplai lele segar dengan harga stabil. Mereka pun sepakat bekerja sama: Reno fokus membesarkan lele, Ryo fokus mengolah dan menjualnya dalam bentuk pecel lele. Dari situlah simbiosis mutualisme mereka dimulai.
All Rights Reserved