Terlambat, Tapi Masih Ada

Terlambat, Tapi Masih Ada

  • WpView
    LECTURAS 61
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Partes 17
WpMetadataReadConcluida lun, jun 29, 2026
WpInfo
Ficción
Romance
Preparatoria
Amor Destinado
Terlambat, Tapi Masih Ada "Kalau suatu hari aku berubah, jangan langsung benci aku. Bisa jadi aku cuma lagi berusaha bertahan." Semua orang tahu kalau Aqilla Prameswari dan Mahesa Adikara adalah dua orang yang nggak bisa dipisahkan. Mereka selalu bersama, saling mengejek, saling cemburu, tapi tidak pernah benar-benar mengakui perasaan masing-masing. Hingga suatu hari, semuanya berubah. Aqilla mulai sering menghilang tanpa kabar, membatalkan janji, dan perlahan menjauh dari Mahesa. Di saat yang sama, kehadiran orang-orang baru membuat hubungan mereka semakin rumit. Kesalahpahaman demi kesalahpahaman membuat Mahesa percaya bahwa Aqilla memang sudah tidak menginginkannya lagi. Tanpa pernah tahu bahwa setiap kali Aqilla menghilang, ia sedang berjuang melawan penyakit yang diam-diam menggerogoti tubuhnya. Saat kebenaran akhirnya terungkap, penyesalan datang terlalu cepat. Namun kali ini, rasa bersalah saja tidak cukup untuk memperbaiki hati yang sudah terlanjur terluka. Karena meminta maaf memang mudah. Tetapi mendapatkan kembali kepercayaan seseorang yang pernah kamu kecewakan... adalah hal yang paling sulit. "Kalau diberi satu kesempatan lagi, apa kamu akan tetap memilih pergi... atau memilih untuk bertahan?"
Todos los derechos reservados
#188
mohan
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Nala dan Mas Juragan
  • The Last Yes!
  • Mulih (END)
  • Círculo del Destino
  • GARWO KINASIH SANG DALANG (DELETE SEBAGIAN)
  • EINSTEIN [END]
  • Sweetly Tied
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • The Mafia's Sinful Obsession

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido