Perfect Crown | Alternative Ending Story

Perfect Crown | Alternative Ending Story

  • WpView
    LECTURAS 1,654
  • WpVote
    Votos 234
  • WpPart
    Partes 12
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación hace alrededor de 8 horas
Seluruh alur cerita dan karakter adalah murni milik Penulis Naskah Yoo Ji-won dan hak siarnya adalah milik MBC dan Disney+. Penulis ini hanya meminjam saja untuk kebutuhan emosional dan imajinasi. Cerita ini adalah alternatif cerita dan ending dari Drama Korea Perfect Crown versi penulis yang gagal move on dan kurang puas dengan cerita dan ending aslinya. Jika ada yang ingin ikut membaca dan mengikutinya, sangat-sangat dipersilakan. Tetapi jika tidak tertarik, mohon abaikan dan lewati saja. Notes: 1. Cerita ini mengandung alur dan perkembangan karakter yang berbeda dari cerita asli karena didasari oleh ketidakpuasan imajinasi penulis; 2. Cerita dalam halaman ini akan dimulai dari bagian cerita setelah Ibu Suri Yoon Yi-rang melaporkan kejahatan ayahnya pada Pangeran Agung I-an; 3. Tidak menutup kemungkinan bahwa imajinasi penulis akan merambat ke kisah awal romance story Pangeran Agung dan istrinya, yang tentunya dengan perubahan pengembangan karakter dan detailnya dibandingkan kisah aslinya. Sekali lagi bahwa adanya cerita ini adalah akibat dari gagal move on-nya penulis atas alur cerita dan ketidakpuasan atas ending cerita ini.
Todos los derechos reservados
#4
iu
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Nala dan Mas Juragan
  • Hello, KKN!
  • Pawang Hantu Om Aktor
  • Be My Wife
  • The Last Yes!
  • Kedhaton Soeraandaru Hadiningrat
  • I Won't Be the Tragic Fiancée (END)
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • My Celestia [ON GOING]
  • The Villain Mother

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido