Selama ini Lilian tumbuh dengan berpikir bahwa Hanan hanyalah salah satu dari banyaknya teman cowok yang dia miliki. Mereka tumbuh bersama, pertama kali saling mengenal saat kelas 6 SD. Itupun karena Hanan dan dirinya satu circle pertemanan yang sama. Beranjak SMP mereka satu sekolah yang sama, namun berbeda kelas dan hanya main saat ada jadwal bermain di circle mereka. lalu, saat SMA Lilian perlahan mulai berani mendekat.
Hal ini diawali dengan Ayahnya yang sengaja menitipkan Lilian pada Abi Hanan untuk pergi dan pulang sekolah bersama saat mereka naik ke kelas 12. Lalu, setelahnya ya sudah. Mereka hanya pergi dan pulang bersama. tak terlalu banyak percakapan yang terjadi. Saat masuk universitas keduanya terpisah, hanya bertemu saat main di libur semester atau saat hari raya. hingga suatu momen saat hari raya, saat Lilian frustasi karena hanya dirinya yang jomblo diantara circle mereka. gadis itu merengek dengan sebal pada Rajandra, meminta untuk dikenalkan dengan anak teknik seangkatan dengan Raja. namun, Raja hanya terkikik sembari bilang "Noh, Hanan anak teknik lagi galau ceweknya selingkuh. tuh sama dia aja" yang dibalas pelototan tajam.
Hanan tak pernah masuk dalam kriteria pacar dan suami untuk Lilian karena dia tahu pemuda itu sejak kecil. jadi saat tiba-tiba menoleh ke Hanan yang masih diam sembari memainkan ponselnya, perasaan Lilian tiba-tiba menjadi sedikit aneh.
"Udah deh, gini aja. kalo lo enggak ketemu jodoh di usia 28. nikah aja noh sama Hanan, hemat ongkos ga perlu mudik. cuman beda RT aja lo berdua" Lagi-lagi Rajandra menceletuk asal. "yakan Nan, setuju kan?" Hanan yang masih galau itu menoleh, kemudian mengangguk asal.
"Sembarangan" Lilian hanya berkata pelan, kemudian mendorong dahi Rajandra dengan kasar sementara teman-teman mereka yang lainnya terkekeh pelan. kentara sekali gadis itu sedang salting berat.
Tanpa tahu bahwa ucapan itu akan menjadi kenyataan suatu hari nanti.
All Rights Reserved