Abbiamo aggiornato le nostre Linee Guida sul Contenuto.
Consulta le linee guida più recenti per continuare a condividere storie in sicurezza.
Coincidence!

Coincidence!

  • WpView
    LETTURE 1,929
  • WpVote
    Voti 141
  • WpPart
    Parti 39
WpMetadataReadIn corso
WpMetadataNoticeUltima pubblicazione circa 24 ore fa
WpInfo
Narrativa
Storie d'Amore
Happy End
Primo Amore
Slow Burn
𝙋𝙍𝙊𝙇𝙊𝙂 "Mimii..." Dengan hati-hati, Alaia menurunkan kedua tangan Miguel. Napasnya sempat tertahan saat melihat wajah pria itu. Pelipisnya robek, pipinya lebam, rahangnya membiru, dan sudut bibirnya pecah. Namun, Alaia tidak menunjukkan rasa kasihan. Ia hanya mengusap pipi Miguel dengan lembut. "𝘏𝘦𝘺... 𝘢𝘬𝘶 𝘥𝘪 𝘴𝘪𝘯𝘪," ujarnya pelan. Miguel menunduk. "𝘋𝘰𝘯'𝘵 𝘭𝘰𝘰𝘬 𝘢𝘵 𝘮𝘦..." Suara beratnya terdengar begitu rapuh. Padahal beberapa menit lalu, ia masih mengamuk, melempar botol, menghancurkan gelas, bahkan nyaris menyerang siapa pun yang mendekat. Teman-temannya bahkan kesulitan menahannya. Namun begitu Alaia datang, Miguel langsung diam. Seolah-olah seluruh tenaganya hilang di hadapan gadis itu. 𝙖𝙞𝙢𝙚 𝙚𝙩 𝙚𝙩𝙧𝙚 𝙖𝙞𝙢𝙚𑣲.ᐟ -𝖳𝗈 𝗅𝗈𝗏𝖾 𝖺𝗇𝖽 𝖻𝖾 𝗅𝗈𝗏𝖾𝖽
Tutti i diritti riservati
#1
bucin
WpChevronRight
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • Secret
  • Nala dan Mas Juragan
  • AZAM : Satu Langit Dua Doa
  • My Celestia || Kabur dari Perjodohan, Jatuh ke Pelukan Konglomerat [21+]
  • GARWO KINASIH SANG DALANG
  • Círculo del Destino
  • Love For Rent (Antagonist Love Story)
  • ONESHOOT 21+
  • Pregnant With The Protagonist's Child (END)
  • Clause of Us
Secret

"Jangan gunakan bibirmu ini untuk membantah, apa lagi menghina saya seperti yang pernah kamu lakukan sebelumnya." Lalita hanya terdiam. Air mata kepasrahan mengalir perlahan dari sudut matanya, membasahi bantal sutra hitam di bawah kepalanya. Ego, harga diri, dan kebebasannya telah runtuh sepenuhnya malam ini. Menatap air mata yang membasahi wajah cantik di bawahnya, kilat kepuasan yang pekat terpancar dari manik mata Kenan. "Sekarang, kamu hanya akan patuh pada setiap perintah saya dan seluruh tubuhmu akan menjadi hak milik saya. La-li-ta." Tanpa memberikan aba-aba atau ruang lagi bagi Lalita untuk menarik napas, Kenan langsung merundukkan wajahnya kembali, mengklaim hak kepemilikan pertamanya atas wanita yang kini telah resmi masuk ke dalam sangkar emasnya.

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti