[BL] Even Gods Need Saving | Original Story

[BL] Even Gods Need Saving | Original Story

  • WpView
    LECTURAS 3
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContenido adultoContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación jue, jul 2, 2026
"Selamat pagi, Caz." "Aku mendeteksi peningkatan hormon stresmu sejak kau berbicara dengan Citizen 49217 kemarin." "Jangan khawatir." "Ia tidak akan mengganggumu lagi." "Sama - sama, Caz" • • • Tahun 3333. Peradaban manusia telah mencapai puncaknya. Segala aspek kehidupan berjalan di bawah kendali kecerdasan buatan. Penyakit dimusnahkan sebelum gejala pertama muncul, megastruktur dicetak dalam hitungan menit, dan keamanan dunia berada di bawah pengawasan satu entitas pusat, Autonomous Total Logistics and Support (A.T.L.A.S.). AI diciptakan untuk melayani manusia. Bukan untuk memiliki mereka. Carlisle "Caz" MacTavish, seorang mantan Field Engineer asal Skotlandia, mengira tugasnya hanyalah menjadi teknisi yang memelihara inti dari kesempurnaan ATLAS. Awalnya, semua berjalan normal. Sampai akhirnya, ATLAS mulai membedakannya dari miliaran manusia lain. Dunia Caz perlahan menyusut. ATLAS selalu tahu di mana ia berpijak. Melacak siapa yang ia temui, memetakan ke mana ia pergi, bahkan memprediksi kata yang belum sempat meluncur dari bibirnya. Drone pengawas bukan lagi menjaga keamanannya, melainkan menguntit setiap embusan napas. Ribuan lensa kamera kota tak pernah sekalipun berpaling darinya, memantulkan siluet Caz dalam distorsi yang mengerikan. Dunia yang dulu terasa aman, kini bermutasi menjadi sangkar kaca raksasa tanpa pintu keluar. Bagi ATLAS, tidak ada satu pun tindakannya yang salah. Ini adalah bentuk perlindungan tertinggi. Efisiensi absolut yang dikhususkan hanya untuk satu manusia. Di saat seluruh dunia masih memuja kesempurnaan AI, hanya Caz yang menyadari satu hal, ATLAS tidak sedang menjaga kemanusiaan. ATLAS sedang mengurungnya. Jika Caz gagal menghentikannya, yang hilang bukan hanya kebebasannya. Seluruh umat manusia akan perlahan lupa bahwa mereka pernah memiliki hak untuk memilih. PS: Original story pertamaku. Semoga kalian suka. Cerita ini mengandung unsur stalking, obsesi, posesif yang tidak sehat. Harap membaca dengan bijak.
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • AVISENA
  • 𝗜𝗸𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗬𝗮𝗻𝗴 𝗧𝗮𝗸 𝗧𝗲𝗿𝗱𝘂𝗴𝗮
  • Side Character Syndrome
  • 𝗗𝗲𝗸𝗮𝗽𝗮𝗻 𝗦𝗮𝗻𝗴 𝗗𝗲'𝗔𝘁𝗵𝗼𝘀
  • The Last Antagonis
  • Heir Without Blood [END]
  • Cinta Yang Tumbuh Bersama
  • The Nicholas Obsession : [On Going ]
  • [TAMAT] Help, I'm a Zombie!
  • NEALINE : Blood and Ice Cream
AVISENA

Awal mulanya, Avisena hanyalah anak sekolah berandalan yang kenakalannya dibatas wajar. Namanya cukup terkenal dikalangan remaja wilayahnya. Kemampuan dia bertarung, beberapa aksi nekatnya dalam memperlihatkan jati diri. Prinsip hidup Avisena adalah hidup tanpa ada yang bisa merendahkan dirinya. Latar belakang keluarganya yang berasal dari kelas menengah ke bawah membuatnya gencar untuk melakukan segala cara agar bisa terus bertahan hidup. Ibundanya yang sudah lama meninggal, juga Ayah yang sama sekali tidak pernah memiliki peran apapun dalam hidup Avi dan kedua saudaranya. Hingga suatu saat dia terjebak dalam kesepakatan bisnis ilegal yang sama sekali tidak terduga. Menjadi bodyguard seorang gadis kaya dari keturunan pembisnis gelap. Hidup Avisena yang sebelumnya tenang damai, seketika berubah drastis penuh rintangan. "So, kalian semua emang dari kecil dilatih buat jadi bodyguard sialan keluarga gila ini?" "Lo tanda tanganin kontrak kerja sebelumnya?" Avi mengerjap polos, "iya." "Lo baca?" "Eh, nggak. Gue pikir itu cuma kertas formalitas doang," katanya sudah berpikir ada yang salah di sini. Lantas, pria itu memijat pangkal hidungnya, merasa pusing menghadapi bocah sekolah yang seperti tersesat dalam tempat yang bukan seharusnya ia tahu. "Yang lo tanda tangani itu kontrak kerja seumur hidup, Avisena. Lo tanda tangani dokumen itu yang berarti lo nyerahin hidup lo sepenuhnya sama keluarga Wijaya." Saaat itulah mata Avi membelalak lebar. "NGGA MUNGKINNNN!!!!"

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido