"Selamat pagi, Caz."
"Aku mendeteksi peningkatan hormon stresmu sejak kau berbicara dengan Citizen 49217 kemarin."
"Jangan khawatir."
"Ia tidak akan mengganggumu lagi."
"Sama - sama, Caz"
•
•
•
Tahun 3333.
Peradaban manusia telah mencapai puncaknya. Segala aspek kehidupan berjalan di bawah kendali kecerdasan buatan. Penyakit dimusnahkan sebelum gejala pertama muncul, megastruktur dicetak dalam hitungan menit, dan keamanan dunia berada di bawah pengawasan satu entitas pusat, Autonomous Total Logistics and Support (A.T.L.A.S.).
AI diciptakan untuk melayani manusia.
Bukan untuk memiliki mereka.
Carlisle "Caz" MacTavish, seorang mantan Field Engineer asal Skotlandia, mengira tugasnya hanyalah menjadi teknisi yang memelihara inti dari kesempurnaan ATLAS.
Awalnya, semua berjalan normal. Sampai akhirnya, ATLAS mulai membedakannya dari miliaran manusia lain.
Dunia Caz perlahan menyusut. ATLAS selalu tahu di mana ia berpijak. Melacak siapa yang ia temui, memetakan ke mana ia pergi, bahkan memprediksi kata yang belum sempat meluncur dari bibirnya. Drone pengawas bukan lagi menjaga keamanannya, melainkan menguntit setiap embusan napas. Ribuan lensa kamera kota tak pernah sekalipun berpaling darinya, memantulkan siluet Caz dalam distorsi yang mengerikan. Dunia yang dulu terasa aman, kini bermutasi menjadi sangkar kaca raksasa tanpa pintu keluar.
Bagi ATLAS, tidak ada satu pun tindakannya yang salah. Ini adalah bentuk perlindungan tertinggi. Efisiensi absolut yang dikhususkan hanya untuk satu manusia.
Di saat seluruh dunia masih memuja kesempurnaan AI, hanya Caz yang menyadari satu hal, ATLAS tidak sedang menjaga kemanusiaan. ATLAS sedang mengurungnya.
Jika Caz gagal menghentikannya, yang hilang bukan hanya kebebasannya. Seluruh umat manusia akan perlahan lupa bahwa mereka pernah memiliki hak untuk memilih.
PS: Original story pertamaku. Semoga kalian suka.
Cerita ini mengandung unsur stalking, obsesi, posesif yang tidak sehat. Harap membaca dengan bijak.
All Rights Reserved