Tiga Hati di Rumah Mewah

Tiga Hati di Rumah Mewah

  • WpView
    Reads 138
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 16
WpMetadataReadMatureComplete Wed, Jul 1, 2026
tiga saudara remaja laki-laki bernama Razin Arsyad dan Andre. Andre adalah anak pertama dan berusia 18 tahun dia memiliki hobi bermain basket dan sering menjadi pusat perhatian. Dan Arsyad juga dia adalah anak kedua yang kembar dengan Andre dari tiga saudara dia juga tak kalah dari Andre karena dia suka bermain musik dan menjadi anggota band disekolah nya berbeda dengan Razin dia adalah anak yang pendiam dan jarang sekali bersosialisasi dengan teman nya dan menghabiskan waktu di buku perpustakaan. mereka bertiga adalah anak dari orang terkaya di Sragen yang memiliki kekayaannya berlimpah dan orang tua mereka adalah ceo dari perusahaan terkenal tapi mereka berdua jarang sekali pulang ke rumah
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Silent Traces by the Sea
  • I Won't Be the Tragic Fiancée (END)
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • Revenge Marriage (SELESAI)
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Pawang Hantu Om Aktor
  • MINE, NO ONE ELSE (ON GOING)
  • The Dateline [END]
  • Be My Wife

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines