RENDRA
  • WpView
    Reads 14
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureComplete Sun, Jul 5, 2026
WpInfo
Fanfic
Rendra Adhitama adalah definisi dari sebuah teka-teki. Wajahnya rupawan, otaknya genius, dan dia adalah ketua geng yang paling disegani. Meski dicap berandalan, anehnya dialah orang pertama yang selalu dicari para guru saat sekolah membutuhkan bantuan. Cowok itu dingin, minim ekspresi, dan seolah memiliki dinding tebal yang tak bisa ditembus oleh siapa pun. ​Rendra mengira hidupnya akan selalu tenang di balik tatapan datarnya. Sampai akhirnya, Zenda Ramona datang membawa badai. Gadis itu tidak sekadar jatuh cinta-dia mencintai Rendra dengan cara yang gila, obsesif, dan tak tahu tempat. ​Bagi Rendra, Zenda adalah gangguan yang harus dihindari. Namun bagi Zenda, meruntuhkan dinding es Rendra adalah satu-satunya tujuan hidupnya. ​Di antara dinginnya penolakan dan gilanya perjuangan, siapakah yang akan menyerah lebih dulu?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cupiditas Vitae [END]
  • TOXIC BOYFRIEND
  • Possessive Male Lead
  • Rewriting The Villain (END)
  • I'm Not Just a Figuran
  • Given || Ju Jihoon
  • Garwo
  • Journey
  • Love me or die

Rio hanya ingin hidup tanpa memperdulikan penolakan yang selalu mengikuti langkahnya. Hidup dioper dan dieksploitasi adalah bagian hidupnya. Harusnya ia sudah mati. Entah akhirnya akan tenang atau malah terjebak di dimensi yang lebih mengerikan daripada hidupnya sekarang. Tapi dia kembali membuka mata. Di dua bulan sebelum kematian datang menjemputnya. Waktu terlalu singkat. Rio memutuskan dengan cepat. Dia masih punya kesempatan untuk lari dan hidup, kan? Sebuah skenario yang janggal untuk sebuah ketidaksengajaan membuatnya bertemu dengan sahabat ayahnya, yang memberikan secercah harapan akan tempat berteduh yang aman. Rio tidak pernah punya harapan yang rakus. Ia hanya ingin bertahan hidup. Benar-benar tidak tahu bahwa kenyamanan juga memaksanya untuk terluka dan berlapang dada.

More details
WpActionLinkContent Guidelines