Sunday Sunset Serenade selalu dikenal sebagai "gebrakan baru" di dunia musik Indonesia, yang sudah membawa nama klub SMA Adiwarna ke kancah nasional. Kepopuleran mereka tak lain dan dan tak bukan juga dikarenakan bakat masing-masing anggotanya; terutama sang kapten, Luigi Abel Mazio, yang merangkap menjadi gitaris sekaligus penulis lirik dari lagu-lagu hits mereka. Namun, di tengah popularitas mereka yang sedang melonjak, Luigi tiba-tiba kehilangan minatnya dalam bermusik begitu saja. Di tengah keraguannya untuk meneruskan perjalanan bermusiknya atau tidak, Dewi Fortuna datang dengan menjatuhkan sebuah buku harian kecil bersampul ungu muda di depannya. Lirik-lirik lagu yang tertulis di dalam lembaran-lembaran buku itu, seolah memberikan percikan inspirasi yang membuatnya yakin bahwa bermusik adalah takdir yang diberikan Tuhan kepadanya. Dengan nama yang selalu tertulis di pojok bawah pada setiap lembar buku tersebut; Stephanie Laila, sang kapten klub jurnalistik yang sudah dikenal sebagai musuh klub band mereka. Demi kelangsungan karir Sunday Sunset Serenade, Luigi akhirnya mendekati Stephanie, dengan harapan bahwa Stephanie bersedia menjadi penulis lirik Sunday Sunset Serenade yang selanjutnya. Dengan status mereka yang sudah menjadi musuh sejak dulu, akankah Luigi berhasil membuat Stephanie bersedia mengikuti keinginannya?
Detail lengkap