LIMERENCE - BxB

LIMERENCE - BxB

  • WpView
    Reads 35
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jul 1, 2026
Bagi Evangelion Mahendra, hidup selalu berjalan sesuai keinginannya. Lulus kuliah, menikmati kebebasan, mewarisi perusahaan keluarga-semuanya terasa begitu mudah. Hingga suatu hari, kedua orang tuanya menghancurkan seluruh rencana itu dengan satu keputusan. Sebuah perjodohan. Bukan dengan seorang perempuan. Melainkan dengan putra dari rekan bisnis ayahnya. Menolak berarti kehilangan seluruh kemewahan yang selama ini ia nikmati. Menerima berarti mempertaruhkan hidupnya pada seseorang yang bahkan tidak ingin ia kenal. Namun, takdir rupanya punya cara yang lebih kejam untuk mempertemukan mereka. Sebuah kecelakaan kecil di tengah malam mempertemukan Evan dengan sosok dari masa lalu yang tak pernah ia duga akan kembali. "Long time no see, Evan." Sejak malam itu, hidup Evan tak lagi sama. ©keonhotopimiring
All Rights Reserved
#782
boylove
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • The Villain's Mother
  • The Last Yes!
  • SASMITA CANDALA (21+)
  • De Andere Weg (END)
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • Revenge Marriage (SELESAI)
  • Almost Married (END)
  • I Won't Be the Tragic Fiancée
  • Chasing Sanara

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines