Kidung Sunyi Kamar Putih

Kidung Sunyi Kamar Putih

  • WpView
    Reads 58
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jul 3, 2026
Satu dasawarsa penuh dengan tawa, pelukan hangat, dan janji-janji masa depan yang manis. Choi San dan Kang Yeosang mengira, sepuluh tahun kebersamaan sudah cukup kuat untuk melunakkan kerasnya hukum bumi. Mereka salah. Saat tirai ilusi itu dibuka, yang tersisa hanyalah keputusasaan. Yeosang yang bersimpuh memeluk kaki kekasihnya, memohon agar fajar tidak pernah datang memisahkan mereka. Dan San, lelaki yang menangis namun tetap melangkah pergi demi sebuah bakti yang tak bisa ia khianati. Ketika San memilih untuk tunduk pada tradisi, ia tidak pernah tahu bahwa ia baru saja melempar Yeosang ke dalam jurang kegelapan yang paling dalam. Sebuah pernikahan yang dipaksakan, sebuah jiwa yang kehilangan kewarasan, dan penyesalan seumur hidup yang terlambat disadari saat altar pengantin berubah menjadi runtuhan penyesalan. Selamat datang di sebuah kisah, di mana cinta sepuluh tahun dihancurkan oleh batas iman dalam waktu satu malam.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Love me or die
  • Same, But Not
  • Justine
  • The Servant [James Harem]
  • I'm Not Just a Figuran
  • FRIEND'S? - KRATINGMEEN
  • Garwo
  • Jodoh Pilihan Mama
  • TOXIC BOYFRIEND
  • Last Hope - Cawooz

"Gila! Axelio benar-benar sakit jiwa!" umpat Yura keras-keras pada kamar kosnya yang sepi. Bagaimana tidak? Axelio Valcrest, sang antagonis pria berdarah dingin, jatuh cinta pada pandangan pertama kepada Arcelia , si female lead yang berhati malaikat. Cinta yang semula indah berubah menjadi obsesi gelap yang mengerikan. Karena cintanya ditolak-sebab Arcelia mencintai sahabat kecilnya, Elvano sang male lead utama-Axelio tanpa ragu menghabisi Elvano dan mengurung Arcelia di dalam mansion mewahnya yang menyerupai sangkar emas. Namun, yang paling membuat Yura meradang adalah nasib tunangan Axelio, Ravena Dracarys. Sebagai antagonis wanita, Ravena begitu terobsesi pada Axelio. Puncaknya, hanya karena Ravena menampar Arcelia demi mempertahankan harga dirinya, Axelio tanpa belas kasihan mengeksekusi tunangannya sendiri. Perut Yura tiba-tiba berbunyi nyaring, memutus untaian kekesalannya. "Aduh, lapar lagi. Keluar bentar deh, di depan gang biasanya masih ada yang jual nasi goreng." Sambil bersenandung kecil untuk mengusir sepi, Yura berjalan menyusuri trotoar malam yang lengang. Dia baru saja hendak menyeberang jalan ketika seberkas cahaya silau memedihkan matanya dari arah samping. Tinnnnnnnnnnn! "Ravena... Sayang, bangun..." Gila! Gue transmigrasi?! jerit Yura dalam hati. "Axel, aku ingin membatalkan pertunangan kita." "Ravena Dracarys..." Axel berbisik rendah, suaranya terdengar seperti seringai iblis yang merayap di kulit. "Kau pikir... kau siapa bisa memutuskan untuk membatalkan pertunangan ini secara sepihak, hm?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines