Manusia Di Persimpangan

Manusia Di Persimpangan

  • WpView
    Reads 584
  • WpVote
    Votes 16
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jun 4, 2015
Manusia di Persimpangan Dia tidak tau harus kemana ke kanan atau ke kiri Dia tidak tau karena hanya sendirian Tidak ada tempat bertanya Daripada terdiam ,duduk menunggu kanan atau kiri, dia memilih untuk mundur ... Mundur lebih baik baginya daripada berhenti berjalan Berjalan mundur itu tidak bisa secepat berjalan maju Jika terburu-buru dia bisa jatuh ... Tetapi itu lebih baik daripada bertaruh pada jalan yang tak pasti di persimpangan Saat ini dia membutuhkan seseorang untuk menuntunnya berjalan mundur ,agar ketika jatuh dia tidak merasa sendirian ,ada tempat baginya untuk berbagi rasa sakit agar dapat berkurang dan ada tempat baginya untuk berbagi kebahagiaan supaya bisa berlipat ganda ... ----||---- Dia adalah manusia yang selalu bingung menentukan arah... belok kanan belok kiri atau lurus saja... Dia hanya tau dia harus terus berjalan tidak boleh berhenti... Sampai di satu titik.. Ketika sebuah kebuntuan menghadangnya dari pada memilih berhenti...Dia memilih untuk mundur
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Memory Between Us I LingOrm [Bahasa Indonesia]
  • Collateral Hearts - LingOrm ( END )
  • Perjalanan Cintaku...
  • Easy come, Easy go.
  • Tentang Lionel : Cerita dari Catherina
  • Soal Rasa 2
  • LOVE FOR BROTHER {END}
  • JODOH PILIHAN KYAI (COMPLETE)
  • Apa Itu Cinta? (Completed)

Prolog - The Memory Between Us [Kenangan Antara Kita] Mereka bilang, waktu akan menyembuhkannya. Tapi dua tahun telah berlalu, dan Ling masih menatap keluar dari jendela kaca penthouse-nya, jemari menggenggam cangkir kopi dingin yang tak pernah ia habiskan. CEO. Pewaris. Tunangan dari seorang hantu. Dunianya runtuh sekali... Lalu kembali hancur saat ia dipaksa menikah dengan seseorang yang bahkan bukan miliknya sejak awal. Janji itu bukan untuknya. Pakaian itu juga bukan miliknya. Tapi nama di akta pernikahan? Ling Ling Kwong. Dan mempelai di sisinya? Orm. Tunangan adiknya. Itu seharusnya sementara. Sebuah kontrak. Hanya satu tahun untuk menjaga nama baik keluarga-lalu pergi. Tapi tak ada yang memberitahunya bahwa cinta tak tunduk pada kontrak. Dan tak ada yang memperingatkannya betapa kejamnya kenangan. Karena saat Ling akhirnya membuka hatinya lagi... Orm melupakan segalanya. Melupakan tawa mereka. Pertengkaran mereka. Janji mereka. Melupakan dirinya. Dan kini, Ling tak yakin masih punya kekuatan untuk kehilangan Orm sekali lagi. DISCLAIMER Cerita ini sepenuhnya fiksi. Tidak ada hubungannya dengan kejadian, individu, atau entitas di dunia nyata, baik yang masih hidup maupun yang telah tiada. Kesamaan apa pun hanyalah kebetulan belaka dan tidak disengaja. Ling Ling Kwong & Orm Kornnaphat, tentu saja, adalah gadis-gadis yang luar biasa dan tidak seperti karakter yang digambarkan dalam fanfiksi ini. Ingat, ini hanyalah fanfiksi! Selamat membaca! **Semua foto dikreditkan kepada pemiliknya masing-masing.

More details
WpActionLinkContent Guidelines