A Thousand Pieces Of Love

A Thousand Pieces Of Love

  • WpView
    Reads 36,580
  • WpVote
    Votes 714
  • WpPart
    Parts 15
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jul 13, 2016
Aku hanya butuh satu jawaban atas satu pertanyaan: "Bagaimana cara merelakan tanpa harus melepaskan?" * * * Sekarang aku harus melepaskan dia untuk seorang yang sudah selalu menemaniku sejak dalam Rahim ibu kami. Bahkan sekarang aku harus rela membagi hatiku demi kebahagiaan dia. Sekarang mulai detik ini aku sadar, jika cinta memang tidak bisa ditebak. Dalam sekajap cinta bisa membuat mu menangis, dan dalam sekejap pula cinta membuat mu bahagia. Lalu apakah cinta bisa dikata selalu membahagiakan? Percayalah, cinta tidak harus bersama adakalanya melepaskan untuk bahagia. Revisi: 2 Januari 2016
All Rights Reserved
#815
chicklit
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Secret Admirer
  • DESIDERIUM (SELESAI)
  • My Dear Jannah
  • Captain, I'm Yours
  • Imperfect Heart #ODOC_theWWG (COMPLETED)
  • SENJA UNTUK SAGARA
  • Let Of You
  • DikaRanggi
  • Sad Gril

Apa yang kamu pikirkan mengenai mencintai? Melihat ia yang dari jauh? Menatap senyumnya yang memukau? Diam-diam berharap ia berbalik menatapmu dan merasakan apa yang kamu rasakan? Merasa bahagia ketika ia hanya mengingat apa yang pernah terjadi antara kalian? Senang hanya dengan bertukar sapaan? Senang karena bisa duduk disampingnya? Jadi menurutmu apa yang kamu rasakan ketika harus mencintai seseorang tetapi tak bisa mengungkapkannya. Perasan itu terasa nyata olehmu tapi ketakutan itu juga terasa begitu mengintimidasi. Apa yang harus kamu lakukan? Tetap menatapnya sembunyi-sembunyi? Bersikap munafik dengan cukup bahagia hanya memandangnya dan bertukar sapaan saja. Atau harus bersikap egois dengan memberanikan diri menyatakan bahwa kamu ingin memilikinya? Semuanya terasa rumit ketika cinta datang. Sejenak aku selalu berpikir dua hati yang saling menyatu adalah sebuah kejaiban lalu bagaimana dengan tiga hati yang terpaut? Akankah semuanya baik-baik saja? Mungkinkah akan berakhir bahagia seperti fairy tale yang ibuku ceritakan?

More details
WpActionLinkContent Guidelines