Absolute sword sense

Absolute sword sense

  • WpView
    Reads 1
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Thu, Jul 2, 2026
WpInfo
Fiction
Fantasy
Wuxia and Cultivation
Mystery
Murder
Setelah keluarganya ditinggalkan oleh karena dantiannya dihancurkan, Soh Woonhwi diculik oleh Kultus Darah dan hidup sebagai mata-mata kelas tiga. Suatu hari, dia meninggal saat digunakan untuk menemukan catatan rahasia pedang legendaris abadi. Namun, dia kembali ke hari dia diculik sepuluh tahun yang lalu dan memperoleh kemampuan misterius yang membuatnya bisa mendengar suara pedang. ~ Absolute Sword Sense buat yang niat baca aja si
All Rights Reserved
#10
pembalasan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ibu Tiri Menolak Mati di Kehidupan ke-7
  • ARLAN
  • The Silent Bloom [END]
  • The Duke's Red String (Lengkap - Pre Order)
  • Rumah Untuk Sang Tiran
  • It's My Destiny
  • ALIKA & DEVIN ( TAMAT )
  • ANNA (daily up)
  • My First Life, Rewritten
  • Shaenette: Skenario Kedua
  • ALTHAN: Best Papa !
  • The Vampire's Sacred Fate
  • AS : The Side Character's Rebirth
  • SEPTIHAN
  • PACARNYA BOO (Sudah Terbit)
  • ZiAron [END]
  • Transmigrasi: The Villain's Stepmother
  • Sin of The Villainess
  • GALAKSA [End/Terbit]

Enam kali mati dibunuh tepat di usia 22 tahun. Di kehidupan ketujuh, Ravenna menolak menjadi mangsa. Sebagai seorang mantan pendidik, Ravenna tahu cara terbaik menghukum orang bodoh bukanlah dengan air mata, melainkan dengan merampas apa yang paling mereka hargai. Maka, ia membatalkan pertunangannya dengan Putra Mahkota secara elegan, mengosongkan brankas ayahnya, dan menyerahkan diri kepada pria paling berbahaya di benua itu-Grand Duke Alaric von Blackwood, sang Monster Utara. Tawarannya sangat sederhana: "Jadikan aku istri kontrak selama lima tahun. Aku akan mendidik dua anakmu dan menjadi perisai politik dari hukum Istana. Setelah anak-anakmu aman, ceraikan aku dengan pesangon emas." Bagi Ravenna, ini hanyalah transaksi bisnis. Ia hanya ingin selamat dari maut dan pensiun dengan tenang. Namun, logika dan rencananya gagal meramalkan satu hal... Dua anak tiri yang konon 'monster' itu kini menangis memeluk kakinya, enggan dilepaskan. Sementara sang Grand Duke yang terkenal berhati beku? Pria itu menatap Ravenna dengan sorot posesif yang menggelapkan akal sehat. "Kau yang memulai permainan ini, Istriku. Jangan harap aku akan melepaskan apa yang sudah menjadi milikku."

More details
WpActionLinkContent Guidelines