COCKYMATES

COCKYMATES

  • WpView
    Reads 92
  • WpVote
    Votes 42
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published about 1 hour ago
Ada orang-orang yang datang bukan untuk menetap, melainkan untuk mengacaukan cara kita mencintai. Bagi Susan, orang itu adalah Joshua Malik-laki-laki yang mengajarinya keberanian, sekaligus meninggalkannya tanpa penjelasan. Ketika mereka dipertemukan kembali, yang tersisa bukan lagi perasaan yang utuh-melainkan ego, luka yang belum selesai, dan kebutuhan untuk menang. Namun, bagaimana jika cinta yang mereka perjuangkan bukan tentang memiliki, melainkan tentang siapa yang lebih dulu melepaskan?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • I Won't Be the Tragic Fiancée
  • Chasing Sanara
  • SASMITA CANDALA (21+)
  • De Andere Weg (END)
  • The Villain's Mother
  • Almost Married (END)
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • The Last Yes!
  • Revenge Marriage (SELESAI)

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines