"Kita just friend. Lagian, mana ada yang mau sama cewek rewel kayak dia."
Bagi Gibran Raditya, Fanya Anandita adalah rumah.
Mereka bertetangga sejak kecil, tumbuh bersama, dan berbagi semua rahasia. Di sekolah, mereka adalah paket tak terpisahkan. Gibran yang cuek dan dingin selalu berubah protektif jika menyangkut Fanya.
Di sisi lain, Fanya adalah satu-satunya orang yang tahu cara menghadapi sifat kaku Gibran. Semua orang mengira mereka berpacaran, namun Gibran selalu punya tameng andalan untuk membantahnya: "Kita cuma sahabat."Gibran tidak pernah tahu, setiap kali kata just friend itu terucap, ada sudut hati Fanya yang teriris perih.
Fanya telah melanggar aturan tak tertulis dalam persahabatan mereka-ia jatuh cinta pada sahabatnya sendiri. Fanya memilih bertahan dalam dinding kaca bernama persahabatan, memendam cemburu dan luka, karena takut kehilangan Gibran selamanya jika ia jujur.Namun, zona nyaman itu mulai runtuh ketika Devan, cowok ramah dari kelas sebelah, terang-terangan mendekati Fanya. Di saat yang sama, Clarissa, cewek populer di sekolah, mulai gencar menarik perhatian Gibran
.Saat jarak mulai tercipta dan ego saling berbenturan, Gibran yang terbiasa memiliki Fanya kini mulai merasa terusik. Ego, gengsi, dan ketakutan mengaburkan batasan di antara mereka. Ketika Fanya akhirnya lelah dan berteriak, "Gak ada hubungan, kok cemburu?", akankah Gibran tetap bertahan di balik kata sahabat, atau justru berani melangkah melewati batas tak kasat mata itu sebelum Fanya benar-benar pergi?
All Rights Reserved