[END] ROOMMATES FROM HELL

[END] ROOMMATES FROM HELL

  • WpView
    Reads 1,363
  • WpVote
    Votes 280
  • WpPart
    Parts 35
WpMetadataReadMatureComplete Fri, Sep 4, 2026
WpInfo
Fanfic
Seorang CEO muda yang perfeksionis dan hidupnya teratur seperti jarum jam menemukan dunianya berantakan ketika apartemen mewah yang disewanya ternyata juga ditempati oleh seorang gamer dan streamer berambut kusut yang bekerjaannya berteriak di depan layar komputer sampai pagi. Di antara perang dingin yang absurd, sticky note penuh sindiran, dan peraturan yang selalu dilanggar, dua pria yang seharusnya saling membenci mulai menemukan kenyamanan dalam kekacauan yang mereka ciptakan bersama. Namun ketika salah satu dari mereka tanpa sengaja mendengar pengakuan yang tidak terduga, tembok-tembok yang telah dibangun selama bertahun-tahun mulai retak, dan pertanyaan yang selama ini dihindari akhirnya harus dijawab: apa yang sebenarnya terjadi di balik kebencian yang dipaksakan? Cover: Pinterest📍 --- 📖 SELAMAT MEMBACA 🌙
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Bitter Taste, Sweet Obsession (End)  / Liu Xuancheng Tian Xuning
  • Velvet Promise 💕💕- Xuanxuan - ZhanLiu Liu Xuancheng Zhan Xuan
  • [END] - Rule Number 7
  • DOSENKU TERNYATA SUAMIKU (END) - CHILIU TIANLIU LIU XUANCHENG TIAN XUNING BL
  • [END] - SILK & STEEL
  • Finding My Angel in the Dark ✔️
  • Menikahi Tuan Muda Banyak Aturan (JiangLi) ✅
  • Antagonis Jae (END)
  • The Difference Life ✓ (END)
  • BRIDE OF THE CRIMSON DEMON

Di bawah gemerlap cakrawala Shanghai yang dingin, Liu Xuancheng memerintah dunianya dengan presisi sebuah pisau bedah dan keanggunan seorang bangsawan di Xuan Atelier. Ia adalah maestro dengan jemari lentik dan kulit seputih salju yang memperlakukan kuliner sebagai seni suci, sebuah kemurnian yang tak tersentuh oleh kotornya dunia korporasi. Namun, simfoni ketenangannya hancur saat Chi Cheng, sang predator bisnis dengan obsesi gelap, memutuskan bahwa satu-satunya hal yang tidak bisa ia beli adalah satu-satunya hal yang paling ia inginkan. ​Bagi Liu, setiap tawaran Chi Cheng adalah penghinaan yang pahit, namun bagi Chi Cheng, penolakan itu adalah bumbu paling eksotis yang pernah ia cicipi. Di antara dentingan porselen mahal dan aroma kemewahan yang menyesakkan, sebuah konfrontasi mematikan di tepi sungai Huangpu mengubah kebencian menjadi percikan hasrat yang berbahaya. Kini, sang Chef jenius harus memilih, mempertahankan integritasnya yang setajam pisau, atau menyerah pada obsesi manis seorang pria yang bersumpah untuk mencicipi setiap inci dari kesombongannya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines