Di kehidupan keduanya,Daren bertekad untuk mengubah nasibnya. Pengalaman pada kehidupan pertamanya mengubah sudut pandang Daren terhadap sosok keluarga. Dulu Daren mengira keluarganya adalah rumah untuknya pulang dan berkeluh kesah dari rasa lelah. Sekarang Daren menganggap keluarganya sebagai sekumpulan manusia tanpa otak. Di kehidupannya kali ini,Daren kabur dari mansion keluarganya saat usia 10 tahun. Daren ingin menghindari siksaan dari keluarganya yg dimulai saat usianya 12 tahun. Siksaan yg meninggalkan trauma mendalam bagi Daren. Daren tidak mengira bahwa trauma di kehidupan pertamanya ikut terbawa di kehidupan keduanya. Di kehidupan pertamanya Daren mati pada usia 17 tahun setelah ditembak oleh kakak keduanya. Dan siksaan beruntun selama 3 hari. Dia mendapatkan semua itu hanya karena tuduhan dari sepupunya. Keluarga Daren sangat memanjakan sepupu Daren,hingga menimbulkan rasa iri di hati Daren. Daren benar benar iri karena sepupunya selalu mendapatkan kasih sayang dari semua orang. Sementara ,dirinya diacuhkan dan dicaci. Sekarang,dikehidupan keduanya kali ini Daren tidak lagi mengharapkan apapun pada keluarganya. Juga,tidak ada lagi rasa iri di hati Daren Atas kasih sayang yg diberikan keluarganya untuk sepupunya.
More details