Transmigrasi Andre si bocah Bug

Transmigrasi Andre si bocah Bug

  • WpView
    Reads 11,404
  • WpVote
    Votes 995
  • WpPart
    Parts 34
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published about 12 hours ago
WpInfo
Fiction
Fantasy
Isekai and Reincarnation
"Dikit lagi.... Dikit lagi.. Tinggal nyebrang otw masuk kerja," gumam Andre berulang-ulang untuk menyemangati dirinya sendiri yang sudah berada di ambang batas kesadaran. Saat itu, Andre memandang lampu penyeberangan jalan yang akhirnya berubah warna menjadi hijau, yang artinya para pejalan kaki diperbolehkan untuk menyeberang. Dengan sisa-sisa fokusnya, Andre mulai melangkah maju ke atas zebra cross. Dia berjalan secara perlahan, menyeret langkah kakinya yang terasa seberat timah. Namun, di tengah-tengah jalan penyeberangan, kesialan terbesar dalam hidup Andre terjadi. Tiba-tiba saja dari arah samping, sebuah mobil sedan mewah bermerek MBG melaju dengan kecepatan tinggi, menerobos lampu merah tanpa tanda-tanda akan mengerem. Suara klakson dari mobil tersebut terdengar sangat ribut dan melengking panjang, membelah keheningan pagi yang basah. Suara ban yang berdecit keras bergesekan dengan aspal jalanan yang licin terdengar mengerikan, disusul oleh suara orang-orang di sekitar trotoar yang mulai berteriak-teriak histeris memperingatkan Andre. "Move! Move! Move! Moveeee, Kid!" teriak seorang pria paruh baya dari pinggir jalan dengan panik. Andre: "Bentar, Thor... itu orang-orang pada teriak move, emangnya move tuh apaan, sih? Otak gue lagi blank nih." Readers: "Astaga, mak jang! Lu malah nanya di saat kritis begini, Ndre! Move itu artinya minggir, menyingkir, menghempaskan diri ke trotoar sebelum tubuh lu dihempas oleh kenyataan hidup yang pahit, Markonah!" Author: "Diem!!! Lu semua malah sempat-sempatnya lawak di tengah jalan!" (Author mode galak tingkat dewa •ˋ _ ˊ•) Oke, mari kita lanjuttttt dengan tegang!!! Mau tahu kelanjutannya? Boleh langsung dibaca, ya! Ini karya pertama Author, Gais. Jadi, mohon maaf kalau pengaturan bahasanya kurang sempurna plus banyak typo. Kedepannya pasti Author perbaiki terus biar enggak jumpa kesalahan ketik, plus jalan ceritanya bisa lebih menarik lagi. Thank you!
All Rights Reserved
#133
family
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • I Became the Villain's Nursemaid
  • Tuan Muda Gila
  • Arthur Second Chance
  • 𝙳𝚊𝚗𝚒𝚎𝚕 𝚝𝚑𝚎𝚘𝚍𝚘𝚛𝚎 𝚜𝚊𝚍𝚒𝚙𝚝𝚊
  • Ketika Aku Tak Lagi Tak Terlihat
  • Sin of The Villainess
  • [Hiatus]Second Life as Ziell Arkatama
  • The Unwritten Lady
  • The Doctor Beyond the Kingdom
  • Rumah Untuk Sang Tiran
  • Transmigrasi: The Villain's Stepmother
  • Distopia in the Moonlight (TAMAT)
  • A Family of Villains
  • They Think I'm Something Divine
  • ARION ALEXANDRA
  • Aku Jadi Figuran ? Yang Benar Saja
  • Transmigrasi Carel (Hiatus 2 bulan)
  • Ibu Tiri Menolak Mati di Kehidupan ke-7
  • just art
  • The Mad Marchioness of Obsidia

Ziyora tidak pernah menyangka ia akan mengalami transmigrasi jiwa ke dunia novel. Ziyora tanpa sengaja menjadi pengasuh sekaligus ibu susu bagi bayi bernama Elryx Valennoir yang kelak akan tumbuh menjadi antagonis utama yang dingin, kejam dan tak berperasaan. Mengetahui masa depan tragis yang menanti Elryx, Ziyora yang sudah memiliki rasa sayang padanya menolak untuk tinggal diam. Ia tidak bisa membiarkan bayi yang tak berdosa ini tumbuh dalam kesepian, manipulasi dan luka yang sama seperti di alur asli novel. Dengan ingatan penuh tentang jalan cerita, Ziyora bertekad mengubah takdir. Ia merawat Elryx dengan sepenuh hati, membesarkannya dengan kasih sayang, disiplin lembut dan kehangatan yang tak pernah Elryx dapatkan di cerita aslinya. Perlahan perubahan kecil yang ia lakukan mulai mengguncang alur takdir, namun perubahan terbesar justru terjadi pada Raviel Valennoir. Pria dingin itu adalah ayah Elryx dan salah satu tokoh paling berbahaya di dunia novel itu perlahan terpengaruh oleh kehadiran Ziyora. Ketulusan gadis itu dalam mencintai anaknya membuka celah di hati Raviel yang selama ini terkunci rapat. "Sebenarnya, akan sangat baik untuk Elryx jika Tuan lebih sering meluangkan waktu bersamanya. Tidak harus lama. Cukup sebentar saja, asal rutin." Raviel meliriknya singkat. "Akan aku usahakan tapi jangan terlalu berharap." Mampukah Ziyora menyelamatkan Elryx dari takdir sebagai antagonis?

More details
WpActionLinkContent Guidelines