Amore in attesa

Amore in attesa

  • WpView
    Reads 195
  • WpVote
    Votes 33
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jul 15, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Jika ada satu pria yang ingin dihindari Aulia Sandrina Malik seumur hidupnya, itu adalah pria yang bernama Dodi Tandradipta Bamantara. seorang dokter spesialis jantung dengan otak jenius. Yang diusia empat puluh tahun sudah menjabat sebagai direktur utama rumah sakit jantung swasta terkenal di Indonesia. Selama lebih dari lima belas tahun saling menjauh, tapi rupanya takdir memang sedang bercanda. Aulia bertemu lagi dengan Dodi, yang kebetulan menjadi dokter jantung pribadi kakeknya. Kebetulan juga dokter ganteng itu sudah menyandang gelar duda. Dan kebetulan juga Aulia baru putus dengan pacar kesekiannya. Apakah pertemuan itu akan menjadi awal percikan cinta lama yang tertunda. Atau awal dari kebencian yang tumbuh dari rasa 'sakit'? Amore in attesa akan menjawab semuanya.
All Rights Reserved
#9
adult21
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Penyesalan Seumur Hidup ( Sudah Terbit Ebook)
  • Jejak Luka Kita
  • Kasus Mantan: Dari Pengadilan ke Pelaminan
  • Cerita Tak Usai
  • Cinta Setengah Miliar
  • Kali Kedua [✔]
  • ORANG ASING
  • Best Friend With Benefits
  • Grahita Kama
  • Forever You [Completed]

Demi cintanya pada Dimas, Padma rela mengorbankan segalanya. Harta, kesetiaan, dan kepatuhan telah ia abdikan selama sepuluh tahun. Namun, dunia Padma runtuh ketika Dimas justru menghamili Puspita, anak asisten rumah tangganya yang baru berusia delapan belas tahun. Merasa pengorbanannya disia-siakan, Padma akhirnya memutuskan untuk bercerai. "Sesungguhnya, aku tidak pernah mencintaimu. Aku menikahimu hanya untuk membalas budimu." -Dimas Ardiansyah "Penyesalan terbesarku adalah pernah mencintaimu dengan begitu hebatnya. Semoga di masa depan, bukan hanya penyesalan yang tersisa, tetapi juga pencapaianku yang membuatku bangga." -Padmasari Wijayanti

More details
WpActionLinkContent Guidelines