We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
ARKEN [On Going]

ARKEN [On Going]

  • WpView
    Reads 40
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Aug 13, 2026
WpInfo
Fiction
Fantasy
Dark Fantasy
High Fantasy
Magical Kingdoms
Tidak ada kerajaan yang berdiri tanpa pengorbanan. Di bawah panji hitam Kerajaan Arken, kemenangan selalu diraih dengan pedang, sementara kekalahan hanya menyisakan abu dan air mata. Bagi Nara, seorang gadis sederhana yang tumbuh di tengah damainya Hutan Lestara, perang hanyalah cerita yang sesekali terdengar dari para pengembara. Hingga suatu hari, semuanya berubah ketika Arken datang membawa titah penaklukan. Di balik ribuan pasukan itu berdiri Kaelan Draven, panglima yang tak pernah mengenal kekalahan. Baginya, setiap perintah adalah kewajiban yang harus dijalankan, tanpa ruang untuk keraguan ataupun belas kasihan. Satu pertemuan. Satu peperangan. Satu kehilangan. Pertemuan yang mengubah jalan hidup keduanya untuk selamanya. Ketika dendam berhadapan dengan kesetiaan, dan hati mulai mempertanyakan apa yang selama ini diyakini benar. Siapakah yang akan bertahan? Sang gadis yang kehilangan segalanya atau sang panglima yang tak pernah diizinkan memiliki apa pun selain kemenangan? Published: 2 Juli 2026 End: - © Jovinasepta
All Rights Reserved
#312
politik
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ibu Tiri Menolak Mati di Kehidupan ke-7
  • A Family of Villains
  • PEPINDHAN: Wadana lan Soca
  • The Unwritten Lady
  • Transmigrasi: The Villain's Stepmother
  • Sin of The Villainess
  • The Duke's Red String
  • Just let me live, Duke!
  • My Villainous Stepmom [END]
  • The Reborn Mama (END)

Enam kali mati dibunuh tepat di usia 22 tahun. Di kehidupan ketujuh, Ravenna menolak menjadi mangsa. Sebagai seorang mantan pendidik, Ravenna tahu cara terbaik menghukum orang bodoh bukanlah dengan air mata, melainkan dengan merampas apa yang paling mereka hargai. Maka, ia membatalkan pertunangannya dengan Putra Mahkota secara elegan, mengosongkan brankas ayahnya, dan menyerahkan diri kepada pria paling berbahaya di benua itu-Grand Duke Alaric von Blackwood, sang Monster Utara. Tawarannya sangat sederhana: "Jadikan aku istri kontrak selama lima tahun. Aku akan mendidik dua anakmu dan menjadi perisai politik dari hukum Istana. Setelah anak-anakmu aman, ceraikan aku dengan pesangon emas." Bagi Ravenna, ini hanyalah transaksi bisnis. Ia hanya ingin selamat dari maut dan pensiun dengan tenang. Namun, logika dan rencananya gagal meramalkan satu hal... Dua anak tiri yang konon 'monster' itu kini menangis memeluk kakinya, enggan dilepaskan. Sementara sang Grand Duke yang terkenal berhati beku? Pria itu menatap Ravenna dengan sorot posesif yang menggelapkan akal sehat. "Kau yang memulai permainan ini, Istriku. Jangan harap aku akan melepaskan apa yang sudah menjadi milikku."

More details
WpActionLinkContent Guidelines