Kenalin, Cahyadi Prakoso atau sering dipanggil Adi. Cowok biasa yang speknya benar-benar bawaan pabrik-nggak ada modifikasi, nggak ada superpower, dan boro-boro punya karisma jalur langit. Kalau hidup ini adalah sebuah game, Adi itu NPC (Non-Playable Character) yang dilewatin orang begitu aja. Cita-citanya simpel banget: pengen hidup tenang, damai, dan nggak nyusahin diri sendiri.
Tapi kayaknya, alam semesta punya dendam kesumat sama dia.
Bagi Adi, kesialan itu udah kayak langganan "streaming" bulanan-otomatis perpanjang! Mulai dari sol sepatu copot pas lagi ngejar bus, kehujanan, ketiban tangga, sampai kena piring terbang kiriman tetangga yang lagi berantem. Hidup Adi adalah definisi nyata dari kalimat: "Udah jatuh, tertimpa tangga, eh tangganya rayapan."
Untungnya (atau malah buntungnya?), Adi nggak sendirian menghadapi ujian hidup yang mirip "survival show" ini. Dia ditemani oleh Jason.
Siapa Jason? Cowok ganteng, pinter, wangi, dan selalu punya solusi? Bukan. Jason adalah teman khayalan Adi. Iya, lu nggak salah baca. Cahyadi udah segabut dan sekesepian itu sampai otak traumatisnya menciptakan sesosok "invisible bestie".
Kocaknya, Jason bukannya jadi "Support System" yang bener, tapi malah sering jadi komentator julid yang hobi meroasting kesialan Adi secara "Real-Time". Yaa meskipun agak sengklek, Jason tetap bisa menjadi sandarannya ketika dunia begitu jahat kepada Adi.
"Adi cuma pengen waras di dunia yang makin gila, tapi gimana bisa waras kalau satu-satunya tempat dia bersandar aja... nggak kasat mata?"
Sebuah cerita komedi miris penuh tawa yang siap bikin lu bilang, "Wkwkwk kasihan banget, anjir," sekaligus bikin lu pengen ngebeliin Adi sekaleng kopi karena ngerasa iba. Siap-siap nemenin duo manusia realitas vs delusi ini bertahan hidup dari gempuran takdir yang hobi bercanda!
---
Mungkin cerita ini bisa menghibur dan memberikan pesan dan kesan yang bagus untuk kalian semua sebagai pembaca yang sedang kesepian dan merasa dunia tidak adil, Hehe.
Todos los derechos reservados